Tuesday, October 13, 2009

Bahaya Jalan Raya

Setiap hari volume kendaraan di Ibukota yg pesat ini selalu meningkat padahal dah cukup padat dengan volume kendaraan yg ada. Ini salah satu penyebab kemacetan parah di Jakarta yang belum bisa diatasi oleh pemerintah. Solusi yg dah dibuat adalah naiknya pajak kendaraan untuk kepemilikan kendaraan kedua dan seterusnya tapi tetap tidak bisa mengatasi kemacetan yg ada. Entah meningkatnya kekayaan yg dimiliki masyarakat atw semakin mudahnya kepemilikan kendaraan??? Entahlah semua hanya pemerintah yg seharusnya bisa mengatasi semua yg didukung jg dgn masyarakat.
*****************************************************************

Sebenernya cuma maw cerita beberapa yg baru gw ketahui belakangan ini. Pertama maw cerita tentang tambal ban pinggir jln yg ada di Jakarta. Usut mengusut ternyata sulitnya mencari sesuap nasi membuat manusia melakukan segala cara utk itu. Sebelumnya gw mank dah taw klo para ahli penambal ban menyebarkan paku dipinggir jalan sebelum akhirnya mencapai kawasan praktek mereka tapi ternyata saat ini cara tersebut dah basi banget. Cara baru para ahli penambal ban dalam mencari target adalah sebagai berikut :
  • Menancapkan paku disandal jepit dan ditaruh dipinggir jalan. Ketika motor atw mobil melindas sendal ranjau tsb maka ban akan berlubang namun paku tidak tertancap pada ban.
  • Memasukkan banyak paku pada ember yg digunakan utk memeriksa banyak lubang yg ada pada ban yg bocor. Ketika ban dicelupkan dalam air, sang ahli penambal ban menambah lubang pada ban tsb agar lebih byk lubang yg timbul sehingga menguntungkan untuknya.
  • Memasang paku dicincin yg mereka pakai, ini juga hampir sma dengan modus kedua yaitu menambah lubang saat dicelupkan ke ember yg berisi air.
Serendah inikah rasa kemanusiaan mereka sehingga membuat orang lain tersiksa? Serendah inikah pengetahuan mereka sehingga tak bisa mencari pekerjaan yg lebih baik? Sesulit inikah mencari sesuap nasi sehingga segala cara dihalalkan?


Cerita kedua adalah polisi lalu lintas yg seenaknya menilang pengguna jalan raya. Usut mengusut banyak petugas polantas yg sengaja mencari kesalah kecil pengguna jalan raya agar bisa ditilang yg tujuan sebenarnya adalan "jalan damai". Dua kasus yg terlihat dimata gw hari ini adalah sebagai berikut:
  • Seorang sopir angkot menurunkan penumpang kurang sekitar 3meter dari halte, dengan tongkat putih dan seragam yg gagah seorang polantas menghampirinya. Pas banget gw duduk disamping sang sopir angkot, tanpa pikir panjang sang sopir menyerahkan SIMnya tp pakpol menawarkan jalan damai, dgn tetep yakin sang sopir lebih memilih ditilang.
  • Seorang pengendara sepeda motor berada dibelokkan yg tak jauh dari tempat sang sopir angkot ditilang, tanpa negoisasi pakpol langsung mengambil kunci sang pengendara motor tsb. Kasus ini gw gk melihat secara dekat tp yg gw liat motor itu lengka[ dengan spion, tutup pentil ban dan helm dua. Mungkinkah karena sang pengendara menggunakan helm cetok?
Setegak itukah peraturan yg berlaku sehingga sekecil apapun kesalahan pengguna jln ditilang? Serendah itukah penghasilan mereka sehingga mencari uang sampingan? Serendah itukah rasa kasihan mereka sehingga seorang sopir yg hanya mendapatkan 2rb dr penumpang yg turun tapi harus denda tilang dan seorang pengendara motor yg hrs berhenti mendadak?


-na yg tetap berhati-hati saat berada dijalan raya-
@ home 13 oktober 2009, 19:58

No comments:

Post a Comment

Sobat berikanlah sepenggal katamu pada postingan sampah ini ^__^