Monday, October 26, 2009

Dimana hati nuranimu?

Sebenarnya gw dah beberapa kali menginjakkan kaki gw dikantor polisi (buset kesannya dah kyk bolak-balik sel tahanan neyh), tapi baru kali ini gw bener-bener liat apa yang ada di kantor polisi:
  • Tahanan aka Napi yang notabennya salah satu pelanggar hukum yg berlaku. Hari ini gw bener-bener liat sm mata kepala gw sndr gmn mereka di dalam sel tahanan, walaupun gk masuk kedalam sel tahanan tapi dr dekat gw bisa melihat mreka dibalik sel tanpa kerjaan. Mreka cm ngelontang-lantung bolak-balik mendekati pintu sel mungkin menunggu keluarga membesuk. Pas banget gw berada disana saat jam besuk, dan akhirnya gw melihat sebuah keluarga yg menjenguk seorang tahanan. Hati ini sedikit berbicara ketika seorang ibu menggendong anak bayinya untuk membawa makanan dan minuman untuk seorang bapak yg ada didalam sel tahanan, "Dimana hati nuranimu?". Tak sesekali hati ini berbicara kata-kata itu, diikuti dengan pikiran-pikiran yang menunjukkan bahwa bapak tersebut tak pernah berpikir panjang ketika beliau berbuat sesuatu.
  • Polisi yang merupakan penyedia layanan keamanan masyarakat. Semua polisi yanga da disana terlihat menjalankan tugas sebaiknya sesuai dengan tugasnya melayani masyarakat dalam hal laporan kehilangan, SKCK, laporan kejahatan atau info lain yg berhubungan dgn kemanan masyarakat.
  • Masyarakat yang memanfaatkan layanan kemanan di kantor polisi. Termasuk gw yg hari ini ke kantor polisi nemenin pacar bikin surat laporan kehilangan, ada beberapa masyarakat yg membuat laporan kehilangan kendaraan juga kejahatan, ada masyarakat yg mebuat SKCK, ada masyarakat yg menjenguk anggota keluarganya dan ada juga masyarakay yg melapor KDRT. Subyek terkahir yg membuat hati ini jg bicara saat lagi-lagi seorang ibu menggendong anak bayinya datang ke kantor polisi untuk pelaporan KDRT, "Dimana hati nuranimu?". Tak sesekali hati ini berbicara kata-kata itu, diikuti dengan pikiran-pikiran yang menunjukkan bahwa bapak tersebut tak pernah berpikir panjang ketika beliau berbuat sesuatu.
That's aLL. Pada dasarnya gw cuma mau cerita tentang para bapak yg tak pernah berpikir panjang bagaimana menghidupi seorang ibu dan anaknya. Semoga kelak tak bertambah lagi bapak-bapak seperti yg dimaksud.

-na yg berharap memiliki suami yg bertanggung jawab-
@ home26 Oktober 2009, 21:10

7 comments:

  1. ikut miris ngebayanginnya.
    ada alasan dari semuanya (walaupun kita tahu hal itu nggak bisa dijadikan alasan)

    ReplyDelete
  2. andai aj melihat langsung, gk taw d brp byk kata hati yg tak bs dikatakan langsung saat itu.
    Apapun alasannya tetep gk ada hati nuraninya sob :)

    ReplyDelete
  3. saya pernah diajak alm.ayah saya ke kantor polisi, ngeliat para tahanan dan kadang2 ada beberapa tahanan yang mo lepas disuruh kerja di rumah buat bersihin taman sama papa, hahaha, lucu kalo inget itu.

    mereka semuanya ngga sepenuhnya jahat kok, cuman ada keadaan yang tidak bisa dipungkiri. don't judge a book by it's cover. there always a reason

    nice blog

    ReplyDelete
  4. @ bintang : mksh y dah mampir n baca postingan ini.
    Ini hanya mendapat saya saja dgn apa yg saya lihat hr itu :)

    ReplyDelete
  5. that's life... ada kenyataan pahit di samping indahnya kehidupan. :)

    semoga kamu punya suami yang bertanggungjawab. amien.

    ReplyDelete
  6. semoga polisi bisa melindungi dan mengayomi masyarakat.
    salam kenal.

    ReplyDelete
  7. @ maz damar : amien... mksh y maz. Kadang org slalu mlihat pahitnya saja tanpa mlihat msh byk manisnya :)

    @ maz sepur : iy maz bnr, smoga aj y.
    slm knal jg y :)

    ReplyDelete

Sobat berikanlah sepenggal katamu pada postingan sampah ini ^__^