Friday, March 12, 2010

12 Jam bersama Om Gimbal

Berawal dari sebuah telepon dua hari yang lalu
*kring...kring (suara telepon rumah)
aku: hallo asalamualaikum
penelepon: eh teh
aku: ye (sambil mikir siapa?)
penelepon: libur kapan?
aku: jumat, sabtu, minggu om (ternyata si gimbal om ableh)
om: Gini teh, kalo laptop kayak teteh berapa?
aku: teteh ninis waktu itu sich 7,2 juta
om: kalo yang kayak teh nana?
aku: tapi kecil om, waktu itu sekitar 5 juta
om: Mau beli laptop buat ames tapi kagak ngerti gw 
aku: sesuai kebutuhan aja om
om: itu dia gw ngerti
aku: mau yg kecil apa yg gede?
om: kecil pa gede mes? (sambil bertanya pada anaknya)
aku: gimana om? tapi sekarang dah murah kok om
om: berapa teh? sekalian sama printer
aku: paling 3 juta laptop, printer 500ribu
om: ada abang gk?
aku: wah baru dateng tuch, masih dipager. Mau tanya ma dia aja om?
om: pulsa gw dah abis na, belom isi lagi. Besok aja gw telepon lagi ye. Bilang mamah gw dah di PHK dari kemarin
aku: hah???????? (sambil kaget)
om: iye na. yaudah salam ye buat semua
aku: ok

Cerita singkat tentang Om gimbal
Dia anak keempat nenekku atau adik nomor dua mamahku. Dia tinggal bersama mertuanya dan iparnya di Gang Bunga (Jatinegara). Dia punya anak sisulung laki-laki bernama Agung yang sudah kerja dan sibungsu bernama Ames yang masih duduk dikelas 1 SMP. Dia kerja disebuah perusahaan TV swasta sudah cukup lama dan sang istri hanya pengurus PKK juga pembuat serta penjual pupuk kompos.

Telepon tadi malem
*kring...kring.... (suara telepon rumah)
aku: halo
om: besok libur teh?
aku: iya om, jadi?
om: boleh deh. Jadi total berapa kira-kira teh?
aku: yaudah deh cek di internet dulu y
om: ok. Telepon gw lagi y
aku: siip
Telepon pagi ini
*lagu lucky i'm in love (nada dering hp)
aku: halo om
om: jadi ya teh. Mau cari dimana?
aku: ok. Di harco atau glodok aja
om: yaudah lo kerumah ya
aku: Bawa motor apa mobil om?
om. Apa aje, terserah lo. Motor juga gak papa na.
aku: tapi belom mandi om
om: Yaudah mandi dulu
aku: ok om.

Jam setengah 11 berangkat dari rumah pake motor kesayangan. Sekitar jam  setengah 12 sampai di Gang Bunga (Jatinegara). Aku beneran lupa gang rumah kedalamnya jadi telepon waktu sampai depan gang (pesan dari mamah sebelum berangkat). Sampai disana, ngobrol sama istrinya dan anaknya yang no dua. Cerita tentang PHK beberapa karyawan di perusahaan tersebut, sempet sedih juga karena buat mereka ini sebuah musibah besar. Memang dari dua hari yang lalu juga aku sudah berpikir soal itu. Setelah cukup lama ngobrol, jam 12 berangkat menuju glodok. Sepanjang jalan om gimbal cerita banyak tentang kerjaanya, gajinya saat kerja, temen-temen yang kompak satu divisi keluar dari perusahaan, penyebabnya mereka di PHK, pokoknya cerita panjang lebar.
Jam setengah 1 sampe glodok, langsung menuju harco glodok pusat komputer. Pertama naik ke lantai 1 teru 2 sampai paling atas tapi akhirnya turun lagi karena disana tidak ada toko resmi pelayanan brand. Menuju sebuah toko terdekat dengan eskalator melihat seorang pedagang sedang sibuk dengan dua laptopnya. Sambil membuka catatan hasil gogling tadi malam, bertanya harga dan tipe laptop yang diinginkan. Karena kita tidak mau lelah muter-muter cari-cari yang lain, akhirnya om gimbal memutuskan untuk membeli semuaanya ditoko ini. Si Om gimbal memborong satu unit netbook, satu printer multifunction, satu modem, satu flashdisk dan bonus mouse. Cukup lama juga karena tunggu install segala macam disana, software standar yang biasa digunakan yang dikasih si engkok'. Tapi menurutku si enkok' cukup bersahabat memberi harga.
Jam 3 sampe gang  bunga lagi, mampir makan mie ayam. Aku memang belum makan siang (perut memang sudah berisik dari tadi tapi malu mau minta makan). Setelah makan, memberi tutorial ke si om gimbal tapi ternyata dia minta waktu buat kasih tutorial lagi ke anaknya yang pulang sekolah jam setengah enam. Padahal pinggang dan pantat sudah sangat pegal tapi aku bersedia melakukan karena merasa tidak enak. Tapi keramaian disana membuat sedikit mengurangi rasa lelah. Ngobrol, bercanda, cerita, sambil instal dan tutorial berlangsung beberapa jam. Ketika mau pulang dipaksa untuk makan dulu jadi makan lagi. Ketika mau pualng menuju motor, si om gimbal nyimpan uang dikantong celanaku. Aku berusaha memaksa menolak tapi dia malah tetep maksa dengan alasan untuk beli bensin dan pulsa. Akhirnya, aku simpan dikantong lagi karena kebetulan sekarat juga keuangan.Jam 10 sampai dirumah langsung telepon pacar.





Hari ini banyak yang bisa aku ambil maknanya
Aku merasa bahagia ketika aku bermanfaat dan berguna untuk orang lain apalagi dibutuhkan orang lain. Aku merasa bahagia ketika si om gimbal membanggakan si ponakan yang kuliah beasiswa di universitas bakrie ke iparnya. Aku merasa bahagia karena sampai detik ini aku merasa memiliki semuanya. Aku merasa bersyukur karena sampai detik ini masih bisa bertahan hidup. Aku merasa bersyukur atas apa yang aku dapat dan rasakan. Bayangkan mereka yang tinggal di daerah kumuh, satu atap dengan tiga keluarga, rumah yang hanya terbuat dari batako bahkan kayu dengan ukuran luas rumah mungkin jika dibanding rumahku hanya seluas ruang tv keluargaku tapi mereka tetap berusaha untuk bertahan. Bayangkan mereka yang sama sekali buta teknologi tetapi mereka memiliki keinginan untuk bisa mengetahui dan memahami teknologi, berharap aku bisa menjadi guru mereka. Aku tidak tau apakah hasil uang PHK si om gimbal mampu untuk bertahan hidup hingga sibungsu bisa lulus sekolah. Aku tetap merasa bangga pada si om yang memiliki keinginan agar si bungsu yang pintar bisa sekolah setinggi mungkin dan mecapai cita-citanya. Aku tetap merasa bangga pada si om yang tidak berpengetahuan masih berusaha untuk bisa memfasilitasi si bingsu dengan berbagai kebutuhan teknologi zaman sekarang walaupun harus mengorbankan beberapa rupiah uang pesangonnya. Aku merasa bersyukur mendapat rezeki dari si om gimbal, memang rezeki anak yatim selalu ada. Aku selalu berdoa agar mereka tetap semangat berjuang mempertahankan segalanya untuk kehidupannya, berharap semua harapan mereka bisa terwujud, berharap kelak aku ada saat mereka butuhkan, berharap aku bisa menjadi panutan atau contoh yang baik untuk adik-adikku dan berharap aku bisa bermanfaat atau berguna untuk mereka juga untuk orang lain.

-na yang bermanfaat untuk orang lain-
@ home 12 Maret 2010, 23:09

6 comments:

  1. "si om yang tidak berpengetahuan masih berusaha untuk bisa memfasilitasi si bingsu dengan berbagai kebutuhan teknologi zaman sekarang walaupun harus mengorbankan beberapa rupiah uang pesangonnya."

    I like that much, Na....

    makasih na udah berbagi
    sungguh apapun itu punya hikmah, na beruntung kalau orang bisa meraih dan menggantungkan hikmah itu ke lintangan benang-benang pikiran,

    kemudian mengikatnya erat-eart agar tak hilang ingatan itu....

    syukron katsiiiir, thx alot, Grcias (hehe mode sok pinter: ON)

    ReplyDelete
  2. Horeeee pertama....hehe, eh aku kmaren ketemu anak Bakrie lho, namanya Iyam, Luki, dan Lisa..

    teteh kenal teu?
    kalau bales di Blog aku ya, sekalian mampir

    ReplyDelete
  3. makasih y maz.
    iy maz akan selalu aku ingat hikmahnya agar bisa memebuatku terus semangat dan bersyukur :)

    ReplyDelete
  4. amiin....
    kring...kring...
    pacarnya telpon tuh...
    qeqeqe...

    ReplyDelete
  5. @ anyin: iy k', amien....

    @ faicong: amien.... iy k' pacar suka marah klo lama angkat teleponnya.hehehe

    ReplyDelete

Sobat berikanlah sepenggal katamu pada postingan sampah ini ^__^