Wednesday, April 28, 2010

Sang Juara

Sejak umur 4 tahun aku sudah kenal yang namanya games atau permainan jadi jangan kaget kalo aku jago yang namanya permainan. Sebenernya permainan itu hanya perlu strategi untuk bisa memenangkannya, butuh kesabaran untuk bisa menang dan yang pasti yakin pasti akan menang. Tapi jangan lupa kita harus tau cara mainnya. Sampai detik ini selalu pengen bisa menang dalam permainan yang aku mainkan. Apalagi kalo permainan pertandingan atau persaingan, penasaran banget kalo belum menang. Kalo permainan pertualangan banyak otak yang dipakai untuk memenangkannya hingga ke garis tamat. Beberapa gemes yang aku senang permainkan akhir-akhir ini.

  1. Mario Bros, permainan yang pertama kali aku kenal waktu duduk dibangku TK saat umurku 4 tahun di Nintendo. Permainan ini merupakan permainan pertualangan yang memiliki beberapa level dan disetiap level pasti bertemu raja. Akhir-akhir ini kembali main Mario Bros di Nintendo DS yang selalu rebutan main sama adeku. Waktu main di level satu sama sekali belum ada niat untuk menyelesaikan permainan ini hingga tamat tapi ternyata aku bisa menang lawan raja di level 1, cukup sulit dan cukup makan waktu. Saat masuk level 2 baru ada niat harus bisa memenangkan setiap level saat lawan raja biar bisa tamat. Ternyata level 2 sulit untuk diselesaikan, setiap perjalan sub level masih dibayangi raja level sebelumnya. Dengan dorongan mamah dan ade yang menyemangatiku untuk tetap menjalani setiap sub level dan bisa melawan raja di level2 ini. Ternyata aku mampu mengalahkan raja level 2, rasanya semakin ingin cepat memasuki level akhir permainan ini. Sekarang aku berada di level 3, ternyata perjalan setiap sub level sangat sulit. Saat melawan raja di level 3 ini, tidak hanya raja baru yang harus menjadi lawanku tapi raja yang telah lalu yaitu raja 1 dan raja 2. Rasanya sudah berkali-kali mencoba melawan tapi egoku untuk menang lebih tinggi sehingga mengalahkan ketenanganku. Aku masih berada ditingkat ini melawan raja-raja tersebut, dengan segala kemampuan akan aku kerahkan untuk bisa melawannya. Lagi-lagi mamah dan ade mendorongku untuk bisa memenangkan level ini, semoga dorongan mereka bisa membuatku cepat memenangkan level ini.
  2. Pac-Man, permainan yang awalnya juga tau daru nintendo terus ketemu lagi di PS1 dan ternyata ketemu jga di PS 2. Tapi sayang PS 2 masih nangkring dilemari dengan kesakitannya yang belum terobati. Permainan ini aku mainkan akhir-akhir ini di BB sang pacar, awalnya tidak tertarik tapi suaranya sangat menggoda untuk main permainan ini. Permainan ini dilihat dari High Score, peringkat 1 sampai 5. Awalnya semua peringkat dipenuhi nama pacar, tak lama
    namaku masuk dalam 2 peringkat. Akhirnya aku masuk diperingkat pertama, ternyata seminggu kemudian namaku tersingkirkan menjadi peringkat 3 dan 4. Aku mencoba lagi untuk bisa mengalahkan tapi semangat itu tidak lagi tinggi karena pacar selalu berlatih untuk bisa masuk di seluruh peringkat dan menyingkirkan namaku. Akhirnya namaku benar-benar tak ada lagi di High Score dan hari itu juga aku berusaha menjadi peringkat satu karena aku ingin jadi sang juara. Tidak sia-sia kesabaranku memainkannya dan strategi yang aku pakai untuk main, aku menempati peringkat pertama dengan menembus score yang diinginkan pacar. Aku yang selalu berusaha keras untuk bisa menjadi yang pertama walaupun sempat tersingkirkan. Aku yang berjuang walaupun sempat ingin menyerah tapi tak mau dibilang pecundang. Tapi sebenarnya aku tak suka cara high score ini, aku lebih suka cara best score. Karena aku tidak ingin menjadi diurutan 3, 2 ataupun satu tapi aku ingin menjadi yang satu-satunya.
  3. Winning Eleven atau PES, permainan yang aku kenal saat duduk dibangku SD kelas tiga di PS1.Permaianan ini adalah permainan pertandingan bola yang tadinya aku mainkan di PS1 dan PS2 tapi akhir-akhir ini main di laptop. Permainan yang mengisi weekend bareng pacar, aku adalah pacar multifungsi, bisa dijadikan pacar untuk bermanja-manja tapi bisa juga dijadikan teman main game. Malah kita pernah main di rental PS di sebuah pusat perbelanjaan. Akhir-akhir ini juga sering main di laptop temen-temen kampus, keluar kelas 10 menit menuju lounge untuk main sekali pertandingan lumayan juga ngilangin rasa ngantuk dan jenuh di kelas.
    Serunya kalo dikampus saat menang lawan temen cowo, pasti diledekin abis sama temen-temen yang lain teman yang kalah. Dikampus masih ada kemenangan dalam pertandingan tapi lawan pacar 1:5, main lima kali tapi menang cuma sekali. Aku ingin banyak belajar lagi bisar bisa memenangkan pertandingan ini, aku ingin berjuang lagi biar bisa bersaing dengan lawan-lawanku walaupun sebenarnya aku paling tidak suka yang namanya persaingan karena sangat kecewa saat kita kalah. Selain itu pada dasarnya aku adalah orang yang paling pengalah, dari kecil kalo dirumah selalu mengalah baik sama adik maupun kakak.
Serunya sebuah permainan bisa memberi banyak nilai kehidupan juga, apalagi yang namanya kesabaran dan strategi. Tapi maaf jika suatu hari nanti aku mulai lelah dan bosan untuk bisa memenangkan permainan ini dan maaf jika suatu hari aku jadi pecundang.


-na yang selalu ingin menjadi sang juara-
@ home 28 April  2010, 20:47

Monday, April 19, 2010

Persiapan berkepala dua dengan berbuntut





Terasa tak terasa ternyata hari ini sudah tanggal 19 April 2009 berarti sebulan lagi masa aktif umurku yang berkepala dua tanpa buntut. Dan sampai detik ini banyak banget yang bisa aku ambil ketika usiaku mulai berkepala dua:
aku yang merasa sedikit bertambah tingkat kedewasaanya
aku yang akhirnya tahu akan arti sebuah rasa bahagia
aku yang tahu apa arti rasa sakit
aku yang tahu akan sebuah kesabaran dan keikhlasan
aku yang mulai tahu akan pentingnya sebuah komitmen
aku yang mulai tahu sedikit arti kehidupan
aku yang sadar akan ketidaksempurnaan
aku yang sadar akan kekurangan
dan aku sadar akan Tuhan yang Maha Adil
Setelah menjalani waktu sampai detik ini sepertinya aku mulai berpikir untuk melakukan persiapan menuju usia berkepala dua dengan berbuntut:
aku yang harus punya tujuan hidup
aku yang harus punya rencana hidup
aku yang harus bisa menjalankan sedikit demi sedikit tujuan dan rencana hidup
dan aku harus tetap yakin akan Tuhan yang Maha Adil
Jadi ada waktu sebulan untuk berpikir menentukan hidup yang akan datang di usia berkepala dua dengan berbuntut. Karena waktu semakin cepat berjalan dan usia semakin bertambah, segalanya harus direncanakan dengan niat.

-na yang ingin lebih serius menuju usia berikutnya-
@ home 19 April 2010, 22:25

Sunday, April 11, 2010

Selamat Jalan De Iqis Sayang

Masih ingatkah beberapa bulan yang lalu aku posting soal Koin Cinta Bilqis?
Saat itu aku menangis ketika melihat video rekaman hasil editan seorang teman
Aku tak mampu membayangkan betapa sakitnya adik kecil itu menahan rasa sakitnya
Bagaimana carabya orangtua adik kecil itu mampu mencari jalan untuk menyembuhkan penyakit anaknya?
De Iqis sayang selalu terlihat ingin sembuh, ingin selalu memeluk erat bundanya dan juga ayahnya
Saat itu doaku hanyalah berikanlah kesembuhan kepadanya
Berikanlah kemudahan untuk menemukan jalan kesembuhannya
Berikanlah rezeki agar cepat terkumpul dana yang dibutuhkannya
Berikanlah kekuatan kepada kedua orangtuannya
Dalam waktu yang tak cukup lama dana terkumpul untuk bisa melakukan operasi transplasi hati. Namun cobaan datang lagi padanya ketika akan dilakukan operasi, de Iqis harus dicek kondisi tubuhnya ternyata De Iqis belum bisa melakukan operasi transplasi hati dikarenakan berat badannya belum memenuhi syarat atau prosedur yang ada. Bayangkan, anak kecil itu masih suci namun cobaan sudah menimpanya dan bagaimana kalian yang sudah akil baligh dan dilumuru dengan dosa? Segala upaya tetap diperjuangkan oleh orangtuanya juga tim dokter De Iqis. Hampir sebulan perawatan untuk bisa menaikkan berat badannya, ya berat badan memang perlahan naik tetapi kondisi tubuh de Iqis menurun.Kembali cobaan menimpanya tak kunjung henti, de Iqis mengalami radang paru-paru yang mengakibatkan de Iqis sulit bernafas. Radang paru-paru ini terjadi karena adanya bakteri yang menyebar di paru-parunya. Semakin hari keadaan de Iqis sangat menurun, tubuhnya yang rentan terserang bakteri mebuatnya sering mengalami kritis. Dan akhirnya De Iqis sayang mengalami kritis yang sangat akut, tim dokter sudah tak mampu lagi berusaha, hembusan nafas terakhir keluar dari hidung dan mulutnya Jam 15:10 10 April 2010 di RS Karyadi Semarang. 
De Iqis sayang selamat jalan ya
Aku yakin surga pasti akan menantimu
Aku percaya kamu akan tersenyum di surga
Mami dan Papi hanya bisa berusaha dan berjuang sampai disini
Tapi mungkin ini yang terbaik untukmu
Semua orang yang menyayangimu pasti akan selalu mendoakanmu
Berat bebanmu untuk bisa bertahan atau menemukan kesembuhan
Sakit yang kamu rasakan tak lagi tertahankan
Biar kamu belum merasakan hidup bahagia tetapi bahagialah kamu disurga
Karena namamu membuat banyak orang besyukur
Ya De Iqis sayang telah membangkitkan aku untuk bersyukur
Terima kasih de Iqis sayang telah menjadi penyemangatku

-na yang akan tetap bersyukur atas apa yang dirasakan hingga detik ini-
@ home 11 April 2010, 22:52

Wednesday, April 7, 2010

Niat

Beberapa rencana akan berhasil ketika dari awal dimulai dengan "Niat"
Semua perlakuan dan kejadian apakah berawal dengan "Niat"?
Entahlah hanya kalian yang tahu tapi yang aku tahu "Niat" itu harus dari hati yang terdalam dan tulus.

Ada dua cerita yang akan aku share diposting ini setelah berbincang dengan dua laki-laki yang membuat aku semakin berpikir keras untuk menjalani segalanya dengan niat.
Pertama, dia sesorang yang aku kenal bisa dibilang "good man". Entah dari mana aku bisa menyimpulkannya, mungkin aku hanya melihat dari luar saja dan dari apa yang aku ketahui tentangnya. Laki-laki ini berumur sekitar 24 tahun, sebut saja "D". Sudah lulus kuliah dan bekerja mungkin cukup mapan untuk seumurannya. "D" memiliki seorang pujaan hati, sebut saja "W". Mungkin "W" adalah salah satu wanita beruntung yang bisa memiliki "D" dengan segala kebaikannya. "D" dan "W" sudah menjalani hubungannya selama 7 tahun. Menurutku ini sudah sangat lama dalam sebuah hubungan dan pastinya memiliki sebuah harapan kedepannya."D" memang sudah memulai untuk ke jenjang yang lebih serius dengan "W". Dengan rencana untuk kedepan, menyicil ini itu untuk kedepannya dan memang sudah niat. Perkataan yang membuat aku berpikir "Seperti aku niat sama "W". Satu poin untuk laki-laki yang sudah memiliki kejujuran pada diri sendiri dan berusaha keras menunjukkan pada orang lain tentang keseriusan denga "W". Mungkin semua rencana belum tentu berjalan dengan semestinya tapi kalo dari awal sudah niat setidaknya peluang kemungkinan berhasil sangat besar. "D" juga bilang kalo sesuatu hubungan yang sudah diniatkan untuk ke jenjang serius pasti menjalankannya sangat tenang tanpa tergoda dengan segala godaan karena setiap akan bertindak selalu berpikir dengan niat dengan pasangannya. Pembicaraan yang sedikit menambah pengetahuan untukku, niat itu sangat penting dalam menjalani sebuah hubungan. Ketika kita mulai untuk niat serius dan rencana memiliki masa depan dengan pasangan kita maka kita akan fokus pada satu tujuan dengan kata lain tidak mencari-cari lagi.
Kedua, seorang laki-laki yang bisa aku simpulkan "Best Man". Mungkin aku hanya tahu sedikit tentang dalamnya tapi pembicaraan itu membuat aku bisa menyimpulkan seperti itu. Laki-laki berusia sekitar 23 tahun, sebut saja "I". Baru lulus kuliah dan keterima PNS. "I" memiliki pujaan hati, sebut saja "E". Lagi-lagi aku berkata, mungkin "E" adalah wanita yang beruntung bisa memiliki "I". Awalnya "I" meminta tolong untuk menanyakan sesuatu ke kakaknya tapi belum berani tanya langsung. Sebisa mungkin aku menolongnya karena memang aku tidak bisa melakukan hal lain untuknya. "I" memang sangat serius menjalani hubungan dengan "E". Juni tahun ini genap tiga mereka menjalani hubungan dan rencana tahun ini mau menikah. Sebenernya "I" niat menikah pada tahun 2012 tapi akhirnya semakin maju menjadi 2010 karena sudah nazar. Perkataan yang membuat aku berpikir "Aku sudah niat sama "E" dari dua tahun yang lalu". Bayangkan mereka yang baru pacaran satu tahun saja sudah bisa merencanakan segalanya dan mereka juga sudah menjalankan niat tersebut. Jujur aku takjub ketika "I" berniat membawakan uang bawaan dua puluh juta, sudah memiliki mas kawin sebesar 10gr atau 20 gr, dan mereka sudah punya tabungan bersama sebanyak sepuluh juta. Padahal "I" baru saja lulus dan belum bekerja sedangkan "E" baru lulus tahun kemarin. Tapi mereka memang niat untuk meeujudkan impian mereka. Pembicaraan yang lagi-lagi menambah pengetahuan saya, niat itu akan sangat kuat untuk mewujudkan sesuatu tapi sambil dijalankan walaupun menyicil. Ketika niat itu ada maka cepat jalankan niat tersebut dengan perlahan-lahan agar terlihat usahanya. Umur tak lagi menunjukkan kedewasaan seseorang tetapi kita tetap haru menghargai orang yang umurnya leih tua dari kita.
Itu dua cerita yang membuat aku bangga pada mereka. Sedikit pembicaraan tapi berati banget untukku berubah menjadi lebih baik lagi. Semoga saja niat mereka akan berhasil dengan sempurna. Keyakinan terhadapa sebuah niat yang mereka pegang hingga detik ini.



Akhirnya ku menemukan jawaban
Rencana akan meiliki peluang besar berhasil ketika dari awal dimulai dengan "Niat"
Semua perlakuan dan kejadian harus berawal dengan "Niat"
- na yang akan lebih komit pada niat-
@ home 7 April 2010, 08:45