Wednesday, July 21, 2010

Hari Kematian

Memang tak ada yang pernah tahu kapan manusia lahir ataupun mati. Tak ada yang pernah tau sebelumnya penyebeb manusia mati. Semua hanya kuasa Allah SWT sang pencipata yang Maha Mengetahui segalanya dalam dunia ini. 
Hari ini tiba-tiba saja aku berharap adalah hari kematianku. Bukan aku menyerah dengan cobaan yang ada, bukan karena aku lemat tidak ingin berjuang, bukan karena aku tidak lagi mau bertahan menghadapi hidup yang pebuh warna ini, bukan semua itu bukan karena itu. Aku hanya takut, di hari kedepannya aku tidak berguna lagi untuk siapapun, aku tidak diinginkan lagi oleh siapapun, aku tidak dibutuhkan lagi oleh siapapun dan aku takut aku hanya membuat orang-orang sekelilingku terbebani karena aku. Ini permasalahanya hanya ada padaku, aku yang selalu berperang dengan pikirianku itu.
Perjalanan hari ini, niat awal memang ingin bertemu pacar tapi ternyata pacar lelah banget jadi harus istirahat tanpa diganggu karena sore ini harus berangkat dinas luar kota lagi. Akhirnya memutuskan untuk ke kampus bikin surat permohonan magang di sebuah perusahaan yang sangat setengah hati rasanya. Diperjalanan menuju kampus (daerah tebet), si bee mulai tidak bersahabat dikendarai, berasa goyang-goyang tidak imbang. Setelah aku melihatnya ternyata ban belakang sudah kempes. Beberapa meter dipaksa jalan untuk sampai di tukang tambal ban, ternyata ban tertancap paku kecil yang bengkok dan  tidak bisa ditambal dengan kata lain harus diganti dengan ban dalam yang baru. Sejenak flashback, baru saja seminggu yang lalu aku ganti ban dalam  saat menuju kampus juga setelah mogok dijalan bersama seorang sahabat yang autis (piss sob). Saat itupun pakai uang dia karena uang dikantong hanya 10rb dan tidak sempat ambil uang di ATM. Dan hari ini aku harus ganti ban lagi? Rasanya sial banget beberapa minggu ini, mungkin  cobaan juga buat si bee. Akhirnya memutuskan untuk ganti dengan ban yang baru dengan meminta yang bagus. Si abangpun mengambil ban, dan setelah aku tanya harganya 35 ribu. Aku dengan santainya menawar harga ban tersebut menjadi 30 rb, dia sepat 32,5rb, namun akhirnya deal 30rb. Kesalahanku adalah tidak melihat isi dompetku terlebih dahulu sebelum menawar dan sepakat dengan harganya, isi dompetku hanya 20rb dengan kata lain kurang 10rb. Tanpa pikir panjang aku menggadaikan KTP ku untuk menjadi tahanan. Seingatku saldo di ATM masih bisa diambil 50rb tapi ternyata pas cek di ATM saldo berkurang karena potongan administrasi bulanan, masih mencoba tenang dan sabar. Akhirnya berpikir untuk lanjut kekampus bikin surat permohonan magang, siapa tahu ketemu teman disana jadi bisa pinjam uang. Tapi ternyata kampus sepi, hanya ada mahasiswa yang baru mau pendaftaran. Alhasil memutar otak sambil menunggu surat itu jadi setelah jam makan siang, aku menuju rumah pacar tanpa menghubunginya.Memang salahku tak menghubunginya terlebih dahulu, atau lebih baik minta transfer saja via ATM. Mungkin pikiranku sudah sangat kacau dan perasaanku yang sangat kacau. Aku berpikir kalo aku menghubunginya takut menganggu istirahatnya, dan klo aku menemuinya paling tidak dia sedang bersiap-siap, hanya itu yang ada dipikiranku saat itu. Alhasil aku dipinjamkan uang 50rb untuk menebus ban sekalian bisa isi bensin. Ketika aku ingin kembali kekampus entah kenapa aku hanya ingin dan butuh pelukannya namun mungkin aku salah, sudah membuat emosinya meninggi dan semakin emosi ketika aku menangis dalam peluknya. Aku hanya ingin tenang dalam pelukannya, hanya itu. 
Salahkah aku yang meminta bantuan padanya saat aku membutuhkan sesuatu? Jawabanya tidak salah tetapi cara meminta bantuannya yang salah.
Salahkah aku yang ingin tenang dalam pelukannya? Jawabannya tidak salah tetapi situasinya yang membuat perlakuanmu salah
Aku menyadari itu semua tetapi aku benar-benar tak tahu lagi cobaan hari ini apalagi yang harus aku terima, sejenak membuatku susah untuk bertahan hidup kedepannya. Apalagi aku semakin tidak paham sebuah kalimat:
"40%=senang, 10%=sedih, 50%=capek. Thx WW"
Rasanya hidup ini amat sulit, saat aku benar-benar ingin berdiri kembali dari semua tapi saat itupun aku akan jatuh lagi. Jalan hidupku memang masih panjang tapi apakah semua yang diharapkan masih bisa terjadi. Entah kenapa aku sangat ingin hari ini adalah hari kematianku. Dengan kecepatan 80km/jam menuju kampus, aku masih diselamatkan dengan rasa takutku walaupun sempat terhimpit ngerem mendadak diantara mobil pribadi dan mobl box. Dari kampus menuju rumahpun dengan kecepatan yang sama sambil chat di HP, aku masih dilindungi walaupun sempat ngerem mendadak karena mau menabrak seorang ibu-ibu. Aku hanya tinggal menunggu beberapa jam lagi apakah akan ada kejadian yang membuat hari ini adalah hari kematian.
Bagaimana jika terkibarkan bendera kuning dirumahku, tersiar kabar:
Fina Dwihandayani telah meninggal dunia
Nana is dead

Mungkin mamah sangat amat akan sedih karena kehilangan seorang anak yang dibanggakan dan diandalkan walaupun aku tidak merasa cocok untuk itu. Mungkin si bungsu merasa kesepian karena tidak ada teman tidur, teman cerita atau rindu akan sosok kakak yang ini. Mungkin si kakak sulung merasa hampa tanpa suara si cempreng, teman gila-gilaan atau teman bertengkar. Mungkin teman-teman rindu akan kehadiran sicewe tomboy, si pre-woman, seorang teman yang selalu membuat ketawa, seorang teman yang tak tahu malu atau bahkan teman yang dimanfaatkan. Mungkin mereka yang membenciku dan menganggapku musuh akan merasa bahagia karena tidak adanya aku. Mungkin untuk dia yang selalu aku cintai, akan merasa tenang karena tidak adalagi si jelek yang menyebalkan, sijelek yang slalu menganggu, sijelek yang pernah bohong, sijelek yang nyusahin, sijelek yang membuatmu sedih, sijelek yang berteriak memanggilmu kacrut, aa, ataupun panggilan lain yang tak pernah dirasakannya.
Jika hari itu memang benar tiba, aku hanya ingin bilang makasih untuk keluargaku, pacarku, teman-temanku dan orang yg membenciku juga menganggapku musuh. Permohonan maaf pertama adalah untuk mamah karena tidak bisa mewujudkan harapannya untuk bisa bersanding hidup dengan calon mantu idamannya juga idaman alm apih. Permohanan maaf kedua untuk pacar yang selalu berkorban dan berjuan untukku. Permohonan maaf ketiga untu sibungsu dan sisulung karena belum bisa bahagiain kalian. Permohonan keempat untuk teman, sahabat dan keluarga besar jika selama ini sikapku memalukan dan permohonan maaf terakhir untuk mereka yang membenciku atau bahkan menganggapku masuh karena pernah membuat kalian tidak menerimaku apa adanya.


-na yang menunggu kematiannya atau tertuliskan dalam death note-
@ home 21 Juli 2010, 18:30

7 comments:

  1. boy, lo sukses bikin gw terenyuh dan berkaca-kaca.
    eniwei, mungkin kita lagi di satu situasi dan kondisi yang sama.
    gw juga lagi tertekan. sama kayak lo, smua rasa takut yang lo rasa, gw juga rasa boy.
    Tapi, bukankan kita ini cwe2 tegar?? ayo donk fin, semangat lagii.. biarlah waktu yang menjawab semuanya, gw yakin Tuhan punya rencana buat kita semua.
    keep on spirit, fina.. \(^o^)/

    ReplyDelete
  2. bukannya kalian bukan cewe? hahahaha, peace... semangat ajalah.... di dunia ini yang bakal tersisa disaat dunia berakhir tuh cuman semangat doang.. jadi dijaga boy semangatnya.

    ReplyDelete
  3. yaaa sometimes gw jg merasa gt....
    mungkin skrg2 ini mang itu yg smua kita rasa boy...
    tertekan,, bingung,, takut dll

    ReplyDelete
  4. Hai kamu senyum dong walaupun cobaan ini berat, aku yakin kamu pasti bisa lewatin semua ini. Jangan sedih terus ya dan banyak berdoa untuk masa depanmu bersamanya, semoga harapan dan mimpimu tercapai.

    ReplyDelete
  5. gak ada serunya mengharapkan kematian... melawan rampok bersenjata api lebih seru. dia yang mati atau kau yang mati.... hehehe

    ReplyDelete
  6. sesungguhnya na terlepas dari benci atau ngganya seseorang pada kamu... sebenci apapun dia ngga akan menginginkan kamu meninggal... yah saya ngomong kalau ini di dunia nyata yah bukan dunia fiksi atau televisi

    ReplyDelete
  7. *sedikit omongan sampah*

    ga ada yg salah ga ada yg bener :d
    ga ada yg baik ataupun yg buruk..
    kl masih berkutat pada hal2 itu,well ada apa diantara hubungan kalian..

    dan rasanya lo amat sangat bodoh bahkan tolol sekali kl hal2 itu yg membuat lo berpikir mengharapkan kematian :d
    paling tidak menurut gw ada banyak hal2 yg lebih keren untuk dijadiin alasan kenapa lo mengharapkan kematian :d
    haha :d

    *methaecha*

    ReplyDelete

Sobat berikanlah sepenggal katamu pada postingan sampah ini ^__^