Friday, August 13, 2010

Sang Mantan

Hidup ini memang berputar seperti roda sepeda, ban motor ataupun ban mobil. Ada saat kita diatas dengan berbagai kebahagiaan, kepuasan dan segala hal membuat kita lupa akan posisi dibawah padahal saat kita dibawah merupakan titik yang membuat kita merasa lebih lama berada disana. Salah satu contoh satu momebt yang memang membuat kita mati gaya adalah putus cinta a.k.a berakhirnya sebuah hubungan dengan seorang yng kita sayangi dan cintai. Tapi berikut kata-kata untuk menyemangati saat ada diposisi itu: 
When the relationship has ended, cheer up! It means, God is preparing the one who's best for you.. exactly!! I keep my eyes open just to remind you that everything will be okay today! I know that you are somehow ailing, but there's nothing you have to worry about, because your response to any challenge has always been ...unfailing, deary! ;)
Biasanya kata-kata terkahir dari pihak yang memutuskan hubungan adalah sebagai berikut:
Sooo I feel confident that you will get through this smoothly and finally win the fights! hang in there hon, you will see.. :)  I will always pray for you, honey.. don't be scare, just pray and keep on faith! ♥ ♥
Keliatannya masih sok baik juga untuk kita yang terlalu kecewa dengan keputusannya tapi padahal itu merupakan maksud baik sang pihak pemutus. Mungkin kadang memang keputusan itu dimabil saat emosi kedua pihak tidak stabil sehingga terjadilah keputusan tersebut. Atau mungkin ada pihak ketiga yang ikut berperan besar dalam hubungan tsb. Suatu saat sang pihak pemutus akan merasakan seperti ini:
Sesuatu akan terasa sangat berarti ketika sudah tidak lagi ada atau tidak lagi dimiliki
Tetapi seharusnya tetap sadar akan keadaan yang ada saat ini, lihat sekitar dan yang akan datang. Namun saat itu juga pasti sang pihak pemutus sadar bahwa penyesalan itu sangat dalam dan biasanya berikut yang dikatakannya pada sang pihak penerima putus:
Mungkin karna terlalu indah kenangan kita, hingga ku takkan pernah lupakan dirimu, cinta kita dan semua dosa ku , mungkin karna terlalu dalam hatimu terluka, hingga kau takkan pernah maafkan diriku dan kau berikan aku satu penyesalan yang indah . . .
Semua itu memang hak setiap orang untuk berpikir, memiliki rasa, ataupun bertindak untuk pribadinya. Tapi kayaknya agak lebay juga kalo terus-terusan mikir kesalahan terbesar kita di masa lalu ke sang mantan karena sampai kapanpun salah itu akan tetap salah, dan maaf tidak bisa menghilangkan kesalahan itu. Sarannya untuk mereka yang sedang ada diposisi sang pihak pemutus adalah melangkahlah kedepan tanpa harus lagi selalu merasa dan mengingat selalu kesalahan itu sekalipun kesalahan terbesar dalam hidupmu karena semua harus tetap berjalan kedepan bukan kebelakang. Dan untuk mereka sang pihak penerima putus adalah biarkan hidup sang pihak pemutus tenang dan bahagia walaupun sakit dan berat untukmu dan sekalipun dirinya menyesal dan akan memperbaiki segalanya, tetaplah kuat dan tegar bertahan untuk berjalan kedepan tanpa mengulangnya. Untuk kalian semua yang penting adalah saling ikhlas dan memaafkan...
source gambar

-na yang sudah lupa semua mantan-