Friday, September 24, 2010

Hari Barumu

Ternyata waktu sangat cepat berputar ketika merasakan segalanya bisa terlewati dengan mudah ya secepat angin berhembus dan bisa terlihat
Ternyata waktu sangat cepat berjalan ketika merasakan segalanya bisa terlampaui dengan nyaman ya secepat subway berada di jalurnya dengan kecepatannya
Ternyata waktu sangat cepat berlari ketika merasakan segalanya bisa terlalui dengan indah ya secepat air mengalir dan berjatuhan di tebing terjun
Namun terkadang merasakan waktu sangat lama berputar, berjalan dan berlari adalah mereka yg masih belum bisa menjalankan hidupnya dengan berbagai cara hidup

Segala masalah yang menerjang seperti diterjang batu karang
Segala rintangan yang menerjang seperti dihalangi persimpangan berbagai arah dan sudut
Segala cobaan yang menerpa seperti dijatuhi hujan batu es
Namun semua itu tetap disyukuri dengan sabar dan ikhlas

Kesabaran dan keiklhasanmu selama ini ternyata menghasilkan sesuatu yg tak terduga
Sebenarnya bisa terduga namun ini cukup lama untuk bisa diduga
Ya selamat atas kesuksesanmu untuk bertahan 5 tahun loyal dengan perusahaanmu
Akhirnya hari itu tiba, sebuah kebanggaan untukmu, orangtuamu juga orang-orang terdekatmu
Semoga kamu tetap giat berusaha bertahan loyal dengan perusahaanmu
Tidak membedakan pekerjaan seperti teman satu teammu
Selamat berjuang untuk membuktikan kamu memang layak mendapatkan semua ini


source gambar
 Setiap tahun umur bertambah yang sebenarnya umur hidup berkurang
Berharap bertambahnya umur membuat banyak perubahan yg baik seiring perubahannya
Tahun sebelumnya mungkin hanya ucpan selamat, kejutan dariku, kado dan doa untukmu
Tetapi tahun ini sangat berarti untukmu, perubahan umurmu menjadi hari barumu
Tuhan memberikan hadiah terindah untukmu
Hadiah ini pasti akan sangat membuatmu bahagia
Tetaplah bersyukur atas segalanya

Mungkin mulai hari itu tidak hanya umurmu yg berubah tetapi segala dalam kehidupanmu
Memulai segalanya dengan merealisasikan rencana hidupmu
Memulai segalanya dengan menyatakan tujuan hidupmu


Selamat atas hari barumu





-na yg senang akan berita barunya-

Tuesday, September 21, 2010

Between Me and I

Me : Hey knp bengong?
I     : Knp ya?
Me : Pasti soal hatimu lagi ya?
I     : Jangan sotoy ah
Me : Bukan sotoy tp saya tahu tentang itu
I     : Apa yg kamu tahu belum tentu benar
Me : Mungkin memang belum tentu benar, tapi saya hanya tahu
I     : Beri tahu saya jika kamu tahu
Me : Untuk apa kamu tahu, toh kamu cuma hanya diam
I     : Karena diam adalah emas
Me : Basi, katakanlah apa yg kamu ingin katakan
I     : Sudah
Me : Lalu, tanyakan apa yg kamu ingin tanyakan
I     : tidak bisa karena saya hanya ingin tahu
Me : Loh bertanya apa yg kamu ketahui, tadi katamu tahu belum tentu benar
I     : Saya takut dan ragu
Me : Apa yg kamu harus takuti dan ragukan? Takut Jawaban menyakitkan? Ragu akn jawaban kurang jujur?
I     : Mungkin seperti itu tapi saya lebih takut dan ragu jika saya menanyakan apa yg saya tahu malah membuatnya merasa bersalah
Me : Itu tandanya kamu selalu menyalahkannya
I     : Ya benar memang aku selalu merasa benar
Me : Itulah kegoisanmu, tidakkan kamu melihat apa yg sudah terlewati sampai saat ini?
I     : Sangat melihat, dan karena itu juga yg membuat saya memilih untuk diam
Me : Ada tempat dan waktu yg memang harus diutarakan jika memang harus
I     : Waktu itu tidak pernah ada untukku
Me : Pasti ada waktu untukmu tp kamu yg tidak selalu siap
I     : Iya benar bukan aku tidak bisa tapi aku tidak mau
Me : Selamat anda mulai sedikit sadar
I     : Baru mulai ya?
Me : Coba pikirkan kembali, mengapa yg kamu tahu itu selalu menghantuimu?
I     : Karena saya selalu memikirkannya tanpa dibicarakan
Me : Selamat anda memasuki level berikutnya mulai sedikit sadar. Lalu bagaimana solusinya?
I     : Aku hanya bisa tetap diam, hanya tahu saja.
Me : Hey ini aka terus berputar dititik ini jika hanya itu yg kamu mau
I     : Aku punya seribu alasan untuk tetap bertahan
Me : Seribu alasanmu tidak berguna jika kamu hanya diam
I     : Lalu apakah saya wajib menanyakan apa yg saya tahu?
Me : Hanya mengutarakan saja untuk kepastiannya, jangan bertanya dengan menjudge yg mengarah menyalahkan karena selama ini kamu menyalahkan tanpa lihat dirimu
I     : Sebuta itukah aku tidak melihat diriku?
Me : Coba dari awal hingga sekarang ingat semua kelakuanmu yg menyakiti hatinya?
I     : Aku hanya ingat satu kesalahaku
Me : What's HANYA SATU? hey sadarlah
I     : Ok, aku memang banyak salah yg aku buat selama ini sehingga membuatnya sakit, baik disengaja ataupun tidak. Tapi bagaimana dengannya?
Me : Jangan melihatnya, lihatlah dirimu terlebih dahulu. Pantaskah kamu untuknya?
I     : Mungkin memang aku bukan yg terbaik sampai saat ini atau aku tidak pantas untukknya tapi aku yakin dengan cinta ini
Me : Lalu mengapa kamu masih takut dan ragu jika kamu yakin?
I     : Karena.......
Me : Sudahlah kamu tidak bisa menjawabnya. Sekarang sadarkah apa yg sudah dirinya korbankan?
I     : Segalanya
Me : Itu kamu sudah sadar, belum cukupkah?
I     : Ya aku sadar banyak yg sudah iya korbankan dari yg berwujud hingga tidak berwujud
Me : Dari hati yg siap disakiti, kesempatan yg slalu diberikan, materi dan non materi?
I     : Ya dirinya yg masih mencintai dan meyayangiku walaupun sudah sangat kecewa, kesempatan yg byk yg dioberikan untuk merubah keliruan padaku, penghasilan yg selalu disisihkan untuk membahagiakan aku jg keluargaku, waktu yg selalu berusaha disediakan untukku
Me : Lalu masihkah kamu takut dan ragu? Belum cukupkah raga yg selalu terlihat kuat untuk bisa melindungimu juga keluargamu? Belum cukupkah jiwa yg selalu sabar dan ikhlas untuk bisa membahagiakanmu?
I     : Semua sangat cukup, bahkan terlalu cukup untukku. Aku hanya butuh kepastian
Me : Kepastian untuk apa? Kalian menjalin sebuah hubungan yang baik, saling kenal dengan keluarga besar masing-masing. Bahkan ibumu sudah mulai mempersiapkan waktu untu hari kalian.
I     : Namun itu tidak menjamin, dan soal ibuku hanya harapan
Me : Percaya dan yakin jodoh sudah diatur begitu juga rezeki. Berdoalah selalu agar terkabulkan keinginanmu
I     : Aku selalu berdoa untuk percaya dan yakin soal jodoh maupun rezeki tetapi kadang symfoni hitam menghantuiku
Me : Sudahlah lakukanlah yg bisa membuatmu terlihat lebih baik dan tetap berusaha menjadi yg lebih baik dari yg terbaik
I     : Hey knp kamu menggurui aku dan sangat tahu diriku
Me : "Because I am Me"

-na yg mengalami pertengkaran kecil pada dirinya-

Thursday, September 16, 2010

Ramadhanku, Ramadhanmu, dan Ramadhan kita

Ramadhan (ejaan KBBI: Ramadan) adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah (sistem penanggalan agama Islam). Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam melakukan serangkaian aktivitas keagamaan termasuk di dalamnya berpuasa, salat tarawih, peringatan turunnya Al-Quran, mencari malam Laylatul Qadar, memperbanyak membaca Al-Quran dan kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fitrah dan rangkaian perayaan Idul Fitri. Kekhususan bulan Ramadhan ini bagi pemeluk agama Islam tergambar pada Al-Quran pada surat Al Baqarah ayat 185 yang artinya:


"bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu..." (sumber: wikipedia)

Sebelum masuk bulan Ramadhan, berdoa agar bulan ini lebih baik dari tahu sebelumnya. Dan Selama Ramadhan sungguh banyak kegiatan yang dilakukan dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan semoga kedepannya akan selalu menjadi lebih baik. Pengalaman yg mungkin akan menjadi kebiasaan untuk nantinya, ramadhan kali ini dilewati dengan hari-hari kegiatan magang disalah satu perusahaan swasta di Jalan Sudirman. Dari mulai bangun sahur, mandi, makan sahur, salat subuh, siap berangkat ngantor, mengerahkan tenaga dan otak dikantor, perjalanan pulang yg macet, buka puasa, teraweh sampai kembali menutup mata. Biasanya bisa tidur sekitar 8-10 jam tapi kegiatan ini membuat mata terlelap hanya 6 jam. Kebayang sangat kagetnya tubuh ini sampai harus kedokter dan direkomendasikan untuk cek darah juga rontgen.

Tapi hari-hari itu terlewati dengan sangat indah walaupun lelah tapi tetap terasa sangat cepat waktu berputar. Mungkin karena hampir 90% hari-hari di Ramadahan ini dilaksanakan bareng-bareng sama kamu. Selama Ramadhan kali ini 75% kita sahur bareng juga buka puasa bareng. Sangat wajar kalau rasa lelah tidak terasa, terima kasih untuk kamu yg selalu bersedia berangkat dan pulang bareng karena mengurangi tenaga untuk mengendarai Bee. Selain itu juga terima kasih untuk kamu yang selalu bersedia membelikan makan untuk sahur juga buka puasa untukku dan keluarga karena memang terkadang tidak ada makanan. Dan terima kasih banyak atas waktu, tenaga, hati serta materi yang kamu korbankan selama Ramadhan ini.

Banyak pelajaran yang bisa diambil selama Ramadhan kita ini, dari mulai berlatih sabar dan ikhlas untuk segala hal sampai pembelajaran rutinitas hidup. Aku yang sangat bersyukur bisa melalui hari 2x24 jam bersama kamu di weekend, dengan melayanimu tulus dan ikhlas. Di hari-hari biasa dari mulai membangunkanmu sahur, menyiapkan hidangan sahur untukmu, menyiapkan handuk untuk mandi, menyiapkan kemeja serta menggosoknya, dan sampai menyiapkan perlengkapan tidurmu. Sedikit banyak aku belajar menjadi seorang wanita yg sebenarnya, tetap berkarir tanpa meninggalkan kewajiban dasar dirinya.

-na yg berharap ramadhan selanjutnya bisa lebih baik-
@kantor