Tuesday, September 21, 2010

Between Me and I

Me : Hey knp bengong?
I     : Knp ya?
Me : Pasti soal hatimu lagi ya?
I     : Jangan sotoy ah
Me : Bukan sotoy tp saya tahu tentang itu
I     : Apa yg kamu tahu belum tentu benar
Me : Mungkin memang belum tentu benar, tapi saya hanya tahu
I     : Beri tahu saya jika kamu tahu
Me : Untuk apa kamu tahu, toh kamu cuma hanya diam
I     : Karena diam adalah emas
Me : Basi, katakanlah apa yg kamu ingin katakan
I     : Sudah
Me : Lalu, tanyakan apa yg kamu ingin tanyakan
I     : tidak bisa karena saya hanya ingin tahu
Me : Loh bertanya apa yg kamu ketahui, tadi katamu tahu belum tentu benar
I     : Saya takut dan ragu
Me : Apa yg kamu harus takuti dan ragukan? Takut Jawaban menyakitkan? Ragu akn jawaban kurang jujur?
I     : Mungkin seperti itu tapi saya lebih takut dan ragu jika saya menanyakan apa yg saya tahu malah membuatnya merasa bersalah
Me : Itu tandanya kamu selalu menyalahkannya
I     : Ya benar memang aku selalu merasa benar
Me : Itulah kegoisanmu, tidakkan kamu melihat apa yg sudah terlewati sampai saat ini?
I     : Sangat melihat, dan karena itu juga yg membuat saya memilih untuk diam
Me : Ada tempat dan waktu yg memang harus diutarakan jika memang harus
I     : Waktu itu tidak pernah ada untukku
Me : Pasti ada waktu untukmu tp kamu yg tidak selalu siap
I     : Iya benar bukan aku tidak bisa tapi aku tidak mau
Me : Selamat anda mulai sedikit sadar
I     : Baru mulai ya?
Me : Coba pikirkan kembali, mengapa yg kamu tahu itu selalu menghantuimu?
I     : Karena saya selalu memikirkannya tanpa dibicarakan
Me : Selamat anda memasuki level berikutnya mulai sedikit sadar. Lalu bagaimana solusinya?
I     : Aku hanya bisa tetap diam, hanya tahu saja.
Me : Hey ini aka terus berputar dititik ini jika hanya itu yg kamu mau
I     : Aku punya seribu alasan untuk tetap bertahan
Me : Seribu alasanmu tidak berguna jika kamu hanya diam
I     : Lalu apakah saya wajib menanyakan apa yg saya tahu?
Me : Hanya mengutarakan saja untuk kepastiannya, jangan bertanya dengan menjudge yg mengarah menyalahkan karena selama ini kamu menyalahkan tanpa lihat dirimu
I     : Sebuta itukah aku tidak melihat diriku?
Me : Coba dari awal hingga sekarang ingat semua kelakuanmu yg menyakiti hatinya?
I     : Aku hanya ingat satu kesalahaku
Me : What's HANYA SATU? hey sadarlah
I     : Ok, aku memang banyak salah yg aku buat selama ini sehingga membuatnya sakit, baik disengaja ataupun tidak. Tapi bagaimana dengannya?
Me : Jangan melihatnya, lihatlah dirimu terlebih dahulu. Pantaskah kamu untuknya?
I     : Mungkin memang aku bukan yg terbaik sampai saat ini atau aku tidak pantas untukknya tapi aku yakin dengan cinta ini
Me : Lalu mengapa kamu masih takut dan ragu jika kamu yakin?
I     : Karena.......
Me : Sudahlah kamu tidak bisa menjawabnya. Sekarang sadarkah apa yg sudah dirinya korbankan?
I     : Segalanya
Me : Itu kamu sudah sadar, belum cukupkah?
I     : Ya aku sadar banyak yg sudah iya korbankan dari yg berwujud hingga tidak berwujud
Me : Dari hati yg siap disakiti, kesempatan yg slalu diberikan, materi dan non materi?
I     : Ya dirinya yg masih mencintai dan meyayangiku walaupun sudah sangat kecewa, kesempatan yg byk yg dioberikan untuk merubah keliruan padaku, penghasilan yg selalu disisihkan untuk membahagiakan aku jg keluargaku, waktu yg selalu berusaha disediakan untukku
Me : Lalu masihkah kamu takut dan ragu? Belum cukupkah raga yg selalu terlihat kuat untuk bisa melindungimu juga keluargamu? Belum cukupkah jiwa yg selalu sabar dan ikhlas untuk bisa membahagiakanmu?
I     : Semua sangat cukup, bahkan terlalu cukup untukku. Aku hanya butuh kepastian
Me : Kepastian untuk apa? Kalian menjalin sebuah hubungan yang baik, saling kenal dengan keluarga besar masing-masing. Bahkan ibumu sudah mulai mempersiapkan waktu untu hari kalian.
I     : Namun itu tidak menjamin, dan soal ibuku hanya harapan
Me : Percaya dan yakin jodoh sudah diatur begitu juga rezeki. Berdoalah selalu agar terkabulkan keinginanmu
I     : Aku selalu berdoa untuk percaya dan yakin soal jodoh maupun rezeki tetapi kadang symfoni hitam menghantuiku
Me : Sudahlah lakukanlah yg bisa membuatmu terlihat lebih baik dan tetap berusaha menjadi yg lebih baik dari yg terbaik
I     : Hey knp kamu menggurui aku dan sangat tahu diriku
Me : "Because I am Me"

-na yg mengalami pertengkaran kecil pada dirinya-

No comments:

Post a Comment

Sobat berikanlah sepenggal katamu pada postingan sampah ini ^__^