Friday, November 12, 2010

Internship

Sebuah progam wajib kampus yang dilaksanakan selama liburan semester 6 atau kenaikan tingkat 4, wajib dari kampus selama dua bulan penuh dan mencari tempat atau perusahaan untuk kegiatan tersebut. OK mari bercerita tentang internship....
Sesuai kalender akademik tanggal 5 Juli 2010 adalah waktu pelaksanaan magang walaupun kadang kalender itu bisa mendadak berubah seenaknya tapi kebanyakan mahasiswi memang memulai magang saat itu. Mungkin terlalu santai sebelum-belumnya sampai akhirnya hari itu masih menganggur dirumah, minggu pertama masih terasa nyaman karena memang baru selesai ujian akhir jadi memang butuh istirahat tapi saat masuk minggu kedua rasanya iri sekali membaca timeline twitter atau home facebook yang berisi keluh kesah kawan-kawan. Sebenernya sebelum ujian sudah berusaha bikin surat pengantar kampus untuk beberapa perusahaan seperti Bank B**, B**, dan Tek******. Itu semua juga karena mamah yang nyuruh buat, untuk surat pengantar pertama mencoba mengantar langsung ke alamat yang ada alhasil hanya dioper-oper dari mulai lantai 23 ke 18 ke 23 terus suruh ke lt 3 gedung sebelah tapi akhirnya nyerah sampai dsitu dengan pasrah menitip, surat pengantar kedua masih ada dirumah karena memang info juga tidak jelas dari temennya mamah, surat pengantar ketiga nitip sama om. Menunggu panggilan itu bukan hal yang bisa selalu sabar dinanti, semua tidak ada kepastian yang jelas tapi semua mendukungku untuk tetap sabar menanti. Akhirnya kembali buat surat pengantar untuk ke AN*** dan Ind**Pa*****Ed*****, ini juga referensi dari teman sang pacar ternyata juga waiting list. Memang sial atau memang belum rezeki, setiap ada tlp masuk dari AN*** selalu tidak terangkat. Cuma berdoa dan tetap berusaha saja untuk bisa dapet magang di minggu keempat itu. Akhirnya baru inget punya temen SMA yg memang sejak SMA ayahnya merupakan pejabat penting di sebuah perusahaan, tanpa lama beliau meminta CV dan lamaran. Keesokan harinya meluncur kerumahnya untuk kasih CV dan lamaran, tanpa surat pengantar dan tanpa tahu alamat jelas kantor yang dituju. Selang sehari lagi-lagi terulang ada telepon nomor kantor tidak terjawab dan ternyata itu dari kantor tsb. Sempat pasrah lagi saat itu, berpikir sudah malas lagi cari-cari tempat tapi pas baca status seorang temen dibutuhkan mahasiswa untuk magang di U*****Trac*** langsung aja kirim CV kesana. Esok harinya ada telepon untuk interview di perusahaan tmn SMA itu, di MID Plaza Sudirman. Akhirnya tgl 3 Agustus 2010 jam 10 interview untuk magang dimulai, beberapa pertanyaan umum dilontarkan sperti halnya interview. Namun yang paling bingung adalah ada 3 orang yg gonta-ganti meng-interview, dan terakhir adalah langsung oleh Head Customer Marketing. Ini pengalaman interview yang melucukan, ketika penannya bertanya soal dapet info darimana lalu terdiam sejenak mendengar jawabanku sampai nego gaji. Tujuan awal adalah dapat tempat magang dan dapet nilai tanpa mikir gaji. Inilah hasil kesabaran yang memang perlu disyukuri, dapet tempat magang yang multinasional company, letak daerah perkantoran juga strategis, dan balik modal transport+makan. Dimulai tanggal 5 Agustus 2010 dan diperjanjian berakhir 30 September 2010.
Hari pertama magang adalah bertemu HRD untuk tanda tangan perjanjian dan segala kelengkapannya sampai keputusan akhir gaji. Karena superior saat itu masih diluar kota jadi masih magabut, cuma searcing dan googling aja sambil baca-baca product knowledge. Hari kedua hanya membantu staff lain untuk check PO dan menomorkannnya. Memang ya kesabaran itu sangat diperlukan dalam segala hal, bayangkan disaat sudah mulai magang saat itu juga beberapa perusahaan memanggil seperti Tek****** panggilan untuk kepastian, AN*** yang meminta konfirmasi untuk panggilan magang, Ind**Pa*****Ed***** panggilan written test tanggal 10 Agustus 2010,  dan U*****Trac*** panggilan interview tanggal 12 Agustus 2010. Andai saja bisa memilih diantara semua dengan ekspektasi income tapi terlanjur mengambil keputusan untuk di JH** karena tak enak sama ayah sang teman dan juga posisi jabatannya.
Minggu berikutnya mulai tinggi load kerjanya, mulai bersahabat dengan angka di excel dan ppt. Memang serba salah, tak ada kerjaan aka magabut berasa tak nyaman tapi kerjaan banyak menumpuk juga tak nyaman. Biasalah namanya manusia yang tak pernah ada rasa puasnya, selalu ingin begini dan begitu. Pengalaman magang yang memang berbeda dari pengalaman kerja sebelum-belumnya, ini seperti benar-benar real dunia kerja nyata yang sebenarnya. Sekilas tentang pengalaman kerja, pernah jadi data entry di kampus dan SPG di beberapa tempat tapi saat ini duduk di sebuah meja, depan komputer, memakai rok, kemeja, dan sepatu serta menggunakan otak untuk benar-benar menerapkan segala ilmu yang didapat. Realitas yang dibayangkan tidak sama dengan kenyataan, kemandirian yang sangat dibutuhkan dari mulai bertanya mengenai segala info ruangan sampai hal mendetail tentang kerjaan. Selama menyukai perkerjaan itu selama itu pula terasa mudah dan cepat terselesaikan.
Pengalaman yang berharga adalah ketika berteman dengan karyawan yang memang sudah lebih berpengalaman dalam segala hal tentang kerja maupun kehidupan karena berbagi ceritanya sangat diperlukan untuk kehidupan kelak nanti. Dari mulai seorang ibu yang bekerja untuk menghidupkan satu anaknya karena suaminya telah meninggal, seorang wanita karir yang tetap berjuang mencari uang juga tetap memperhatikan kebutuhan keluarganya layaknya sang ibu rumah tangga, dan sampai seorang karyawan yang memang bekerja untuk berfoya-foya dengan dunianya sendiri. Mereka punya warna warni kehidupan masing-masing karena mereka punya caranya masing-masing.
Selama kegiatan ini sudah sedikit dipenggal di Ramadhanku, Ramadhanmu dan Ramadhan Kita jadi mungkin tak perlu diulang lagi cerita kegiatan sehari-harinya. Perlu diceritakan adalah ketika beberapa hari masa magang diperjanjian usai si bos meminta untuk tetap bekerja disana selama 6 bulan kedepan. Dilematis yang sangat tinggi karena tgl 30 September 2010 mau coba interview di AN*** karena memang cari pengalaman. Tapi pada akhirnya ekspektasi di AN*** tidak sesuai dan membuat lebih memilih bertahan untuk 6 bulan kedepan. Sebuah penawaran yang akhirnya mengubah hidupku, dari mulai kegiatan kuliah malam hari setelah pulang kerja, dorongan hati untuk bisa mandiri, gaji yang cukup pas-pasan tapi bisa bantu mamah bayar SPP si bungsu sampai tidur panjang di weekend. Kegiatan yang banyak merubah pola hidup dari mulai waktu tidur sampai pola makan.


-na yang kedepannya akan kerja sambil kuliah-