Monday, January 31, 2011

Calon Mantu Idaman Mamah Yuni Tercinta

Seiring berjalannya waktu bertambahpun usia untuk bisa menjadi lebih dewasa dalam segala hal menyangkut kehidupan. Semenjak mendapat gelar MAHAsiswa, mamah sudah cukup wanti-wanti soal pacar, beginilah ucapannya "Na kamu sudah kuliah loh, kalo pacaran jangan main-main lagi. Cari yang untuk serius ke jenjang pernikahan. Cari yang lebih dewasa dan cukup jauh umurnya". Sejenak saat itu mengacuhkan perkataan itu karena memang saat itu pacaranku belum serius walaupun sudah cukup lama, namun semakin lama akhirnya kepikiran juga apalagi kondisi kesehatan alm apih yang semakin drop. Suatu hari aku membawa seorang lelaki kerumah dan langsung aku perkenalkan ke kedua orang tuaku, saat itu kami hanya berteman dekat atau bisa disebut abang-ade, dia masih punya orang yg sangat disayangi, dicintai bahkan sudah serius untuk ke jenjang pernikahan dan aku masih duduk dibangku kuliah tingkat I semester 2. Sungguh tak ada niat sedikitpun untuk bisa memilikinya karena aku tahu rasa tulusnya ke aku hanya sebagai teman bicara. Namun perlu diketahui dia adalah lelaki pertama yang aku langsung kenalkan ke orang tuaku saat pertama kali kenal dekat, dan lelaki pertama yang benar-benar diterima oleh alm apih. Baru sekali saja aku membawanya kerurmah, 2 hari kemudian saat itu alm apih menanyakannya dan aku berusaha menjelaskannya agar beliau mengerti. Sejak saat itu aku mulai banyak berpikir lagi soal pacar dan keluarga, kembali mengingat kata-kata mamah. Dari saat itu aku bisa menyimpulkan mantu idaman mamah Yuni tercinta:
  • Muslim
  • Rajin beribadah
  • Bisa jadi imam dalam solat juga keluarga
  • Sopan
  • Sayang sama anaknya dan keluarganya
  • Bisa dekat sama keluarga besar
  • Bertanggung jawab
  • Bisa memberi contoh yg baik buat anaknya 
  • Bisa mengingatkan anaknya
  • Izin dan pamit kalo mau pergi
  • Menerima segala kekurangan dan keburukan
  • Kuat mental 
  • Sabar
  • Ikhlas
  • Mau berbagi
  • Cukup bisa menghidupi anaknya
  • Royal
  • Komit
  • Gak kasar

Dan biasanya kalo udah membuatnya jatuh hati pasti jadi anak emas seperti:
  • Lebih diperhatiin dibanding merhatiin anaknya : makan selalu calon mantu yang ditanya duluan dan nyuruh anaknya nyiapin makan
  • Lebih disayang dibanding sayang anaknya : kehujanan yang dikhawatirikan, yang diambilin handuk, yang disuruh mandi lebih dulu calon mantu dibanding anaknya
  • Lebih dibela dibanding anaknya : perselisihan atau pertengkaran kecil karena masalah, selalu anaknya yang disalahin bagaimanapun kondisi masalahnya
  • Rela jadi satpam untuk ananknya demi calon mantu : Lebih diawasi 24 Jam anaknya kalo pergi atau keluar tanpa si calon mantu dan kalopun dirumah selalu jadi satpam karena sms atau tlp2an aja diawasi
Semua  kategori Mantu Idaman Mamah Yuni Tercinta baru ada di kamu, dan cuma kamu. Aku cukup senang bisa membuat mamah tersenyum apalagi berharap semua berjalan dengan baik, itu harapan mamah yang memang sudah yakin. Semua hal yang kamu lakukan bisa membuatnya jatuh hati sehingga kamu bisa menjadi anak emas yang diperlakukan seperti itu. Perlu diketahui ini pertama kalinya mamah juga menerima lelaki yang aku kenalkan. Dan saat ini mamah sudah mulai membicarakan tentang penikahan namun aku hanya takut jika aku tidak bisa mencapai harapan mamah karena aku hanya berusaha.

@Ciwalk Bandung, Liburan bersama


-na yg berharap kamu akan selalu tetap menjadi Calon Mantu Idaman Mamah Yuni Tercinta-
@ Office, 31 January 2011, 14:10

Friday, January 28, 2011

My New MTB Celine 2.0 (2011) from My Lovely Boy

Setelah punya si SelBe hasil mencangkul sambil kuliah, bertambah lagi sepedanya dari si pacal yaitu MTB Celine 2.0 (2011). Foto dari www.polygoncycle.com :

Alasan si pacal beli adalah biar bisa ikut-ikut klo offroad sama temen RoSeLa (Rombongan Selatan) tapi disamping itu biar mamah juga bisa olahraga naik sepeda bareng bapak. Coba kurang baik apa si pacal? Cuma mungkin aku yang belum bisa membalas semua kebaikannya si pacal. Kira-kira siapa ya nama sepeda ini? Ada ide kah?
Oh iya perdana gowes sepeda baru (15 Januari 2011) adalah Bintaro-BSD. Bayangin cuma mau sarapan aja sampe jauh-jauh gowesnya tapi over all seru banget sepedahan perdana ini bareng-bareng temen-temen RoSeLa. Gak cuma lewat jalan aspal aja tapi belasak belusuk lewat kampung juga ada tanjakan dan turunan bertanah. Judul gowes kali ini adalag gowes Labiler's karena biasanya labil mau pilih tempat kulineran. Berikut hasil foto-foto si pacal:
Tempat Sarapan Pertama
Trouble Sepeda Opa
Tempat Kulineran Kedua
Aku dan Si Baru
Si Pacal dan Aku sama2 perdana sepeda baru

Gowes sejauh apapun kalo sama si pacal pasti gak ada capeknya apalagi kalo hati lagi galau juga gak berasa capeknya. Semoga masih ada kesempatan gowes bareng llagi bersama si pacal dan temen-temen RoSeLa. 


-Na yg mau gowes ke Gunung-



Thursday, January 27, 2011

Euforia Piala AFF

Sebenernarnya basi banget mau cerita tapi daripada nanti tidak ada goresan untuk anak cucu kelak di blog ini jadi sebisa mungkin yang teringat ya diceritakan. Berawal dari sebuah kemenagan TIMNAS yang sangat membanggakan, kita jadi mengikuti pertandingan apalagi ditambah dengan adanya sang IB (read: Irfan Bachdim) yang berhasil mengetuk seluruh hati WNI. Mungkin hanya euforia yang berlebihan dan akan long term tapi saya cukup bangga dengan supporter yang begitu solid mendukung TIMNAS.
  1. Kenapa sih pengen nonton langsung di GBK? Karena memang beda rasanya , coklat?strawbery?vanila? Bukan-bukan itu yang saya maksud tapi jiwa kita yang seakan memang sangat bergetar ketika melihat GBK digenangi dengan lautan merah dan bukan hanya itu, merindingnya bulu-bulu saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
  2. Sama siapa sih kalo nonton di GBK? Kali ini pertama kalinya loh dalam hidup saya nonton bola sama pacar. Dan ini ngerasa banget kalo kita cocok kemana saja istilahnya masuk kemana saja.
  3. Gak takut kalo terjadi kerusuhan supporter? Karena saya lebih memilih pergi nonton bersama pacar sudah otomatis terlindungi. Tapi saya yakin supporter kita yang solid selalu melindungi wanita, siapapun itu karena mereka sangat menghargai wanita.
  4. Loh nanti susah parkirnya? Pulangnya kan padat dan macet keluar dari stadion? Kita punya otak yang bisa dipikirkan untuk ksana naik apa. Solusi jangan parkir motor atau mobil didalam area GBK, parkirlah disekitar GBK seperti fx, senayan atau gedung-gedung  perkantoran. Tapi saya dan pacar lebih memilih tidak bawa kendaraan selama beberapa kali nonton di GBK. 
Itu sekilas saja petikan yang bisa diocehin diblog ini, cuma mau berbagi cerita kalo kita pacaran gak harus nonton di 21 , XXI atau blitz megaplex, jalan ke emall belanja, liburan-liburan ke luar kota tapi kita bisa ngisi waktu dengan kesukaan sama-sama.

Wednesday, January 5, 2011

Lost Half His Soul

Pagi itu aku dikejutkan dengan berita duka bahwa salah seorang teman SMA telah meninggal dunia. Walaupun hanya kenal di sebuah organisasi, tidak akrab dan hanya satu tahun bersama tapi sosoknya begitu teringat. Dia yang memang dikenal seluruh guru akibat kenakalannya dan dikenal temannya sebagai sosok yang friendly apalagi kalo temen cwe-cwe pasti mengenalnya dari gantengnya. Pertemanan yang memang cukup singkat tapi tetep masih bisa teringat karena saat kelas XI sikembar harus pindah sekolah. Ini adalah mereka:
Abang kiri dan Ade kanan

Mereka yang memiliki nama lengkap MAHARA RHADYA dan MAHARA RHADITYA akrab dipanggil Abang dan Ade. Sepintas memang wajah mereka sulit dibesakan tapi orang-orang terdekatnya kan lebih tahu perbedaan diantara mereka, sayapun saat itu masih suka salah memanggil mereka. Menurut kabar dari teman, kecelakaan maut itu terjadi 26 Desember 2010 di Lembang Bandung. Abang adalah salah satu anggota komunitas ebuah motor di Bandung. Kecelakaan itu terjadi saat tikungan tajam, abang menyelip, kondisi jalan licin karena habis hujan dan di arah berlawanan ada truk melintas. Abangpun meninggal seketika ditempat kejadian memang terjadi pendarahan di kepalanya.
Mungkin sang jagoan kembar kini tak ada lagi, bahkan Ade pun sangat bersedih ketika kehilangan Abang. Mungkin kalian pernah kehilangan pacar, sahabat bahkan orang tua tapi aku yakin ini lebih berat dari semua itu ya kehilangan satu jiwa nya. Bayangkan mereka yang mayoritas menghabiskan waktu bersama dalam 24 jam dari mulai tidur, kuliah bahkan kerja. Aku yang pernah merasakan kehilangan pacar yang memang saat itu aku sayangipun, sangat sakit, drop dan putus asa. Aku yang pernah kehilangan seorang ayah setelah kehilangan pacar, sangat amat drop dan sangat putus asa. Tapi aku tahu Ade akan sangat amat merasa kehilangan dari apa yang aku rasakan. Karena memang ikatan batin mereka sangat kuat, kebersamaan mereka sangat melekat dan jiwa mereka menyatu. Berikut salah satu bentuk kesedihan sang Ade yang sangat menyentuh hatiku :
Ini tetrbukti bahwa kehilangan apapun akan lebih menyakitkan ketika kehilangan separuh jiwa kita sperti Ade yang kehilangan Abang. Mereka yang telah diciptakan menjadi dua tubuh manusia yang memiliki banyak persamaan hingga memiliki satu jiwa. Dan yang lebih menyentuuh hatiku adalah Abang telah memiliki satu anak \ yang umurnyapun belum setahun bernama Xavier.
Bukan hanya Ade yang merasa kehilangan tapi Xavier dan Mamahnya pun kehilangan. Mungkin memang Xavier belum mengerti arti kehilangan sama seperti  De Aka yang pernah aku ceritakan tapi anak kecil ini masih sangat butuh sosok seorang ayah. Kadang aku berpikir cobaan yang menimpaku selalu berat tapi kejadian-kejadian seperti ini membuatku sadar untuk lebih banyak beryukur lagi karena masih banyak yang lebih berat yang mereka rasakan yang seharusnya belum pantas mereka rasakan. Aku hanya berharap agar Ade bisa tabah kehilangan separuh jiwanya, Xavier dan Mamahnya bisa ikhlas kehilangan sosok pemimpin di keluarga kecilnya.

-na yang tahu rasanya kehilangan-
@ office, 12-01-2011

Jika Aku menjadi....

Sebuah acara yang dimuat disalah satu televisi swasta yang berhasil membuatku cukup banyak kembali menyukuri apa yg aku rasakan dan miliki hingga hari ini, jam ini dan detik ini. Tapi ada dua kisah fakta yang sangat jauh lebih menyakitkan dan sangat butuh ekstra kesabaran untuk bisa menjalani kehidupan ini.
Pertama adalah Mbah Surip, ini bukan mbah reggae ya tapi mbah uyut perempuan dari ibu. Beliau telah meninggal pada tahun 1994 dan suaminya lebih dahulu meninggalkannya. Beliau hanya memiliki satu orang anak yang tidak lain adalah mbah uti (nenekku). Usut diusut aku baru tahu bahwa suaminya mbah uyut adalh seorang kepala desa dahulu di desanya. Mungkin sama dengan saat ini, ketika sebuah kebanggan bisa menjadi istri seorang pimpinan baik lurah, camat, gubernur, walikota bahakan anggota DPR. Saat itu beliau sangat bangga dengan kehidupannya walaupun ternyata menjadi istri kedua sang suami. Hidupnya cukup berat dengan cobaan yang terus menerus menerpanya untuk menghidupi anaknya. Memang Tuhan itu Maha Adil dan karma itu  berlaku, suatu ketika mbah uyut pergi ke ladang untuk memanen padinya lalu pulang tengah hari karena waktunya makan siang. Beliau tidak pernah sekalipun marah kepada suaminya bahkan menentangpun tidak pernah. Hari itu, siang itu ketika dia membuka pintu rumahnya tak terdengar suara sedikitpun tetapi sepatu sang suami sudah terlihat dibalik pintu. Pikirnya suaminya sedang tidur siang, namun ketika beliau memasuki kamarnya ternyata sang suami sedang tidur dengan wanita lain. Tanpa emosi sedikitpun, beliau menutup pintu kamarnya kembali meninggalkan suaminya yang telah asyik dengan wanita lain yg juga bukan istri pertamanya. Mungkin dipikirannya adalah sebuah balasan akibat yg telah dilakukannya. Tidak dengan marah-marah membanting perabotan rumah tangga seperti di film-film atau bahkan nangis bombay kayak film India, kesabarannya untuk tetap terlihat tegar dengan senyumannya. Jika Aku menjadi Mbah Uyut, mungkin aku akan bunuh dua orang yg ada dikamar itu dengan segala kekuatan yang ada (sedikit lebay dengan kesadisan). Tapi aku sangat butuh figur beliau, beliau yg selalu mengajarkan sebuah kesabaran dan keikhlasan agar aku mampu menghadapi segala cobaan kehidupan ini.
Kedua adalah Mba Wulan, teman sekantor yang baru kenal 6 bulan terakhir ini. Awalnya memang kita cuma kenal, sekedar ngobrol atau say hello kalo ketemu tapi 2 bln terakhir intensitas kita bareng-bareng semakin tinggi, dari mulai solat, sarapan, beli makan, makan siang, turun kebawah saat pulang sampai tidur di musholla basement. Wanita ini yang aku tahu memiliki satu anak jagona bernama Yudha yang masih duduk dibangku kelas 3 SD dan biasanya selalu dibawa ke kantor klo liburan sekolah. Dia yang meggunakan jilbab dan kacamata dengan wajah yang sering pucat, yang awalnya aku pikir karena dinginnya ac kantor. Hidup dengan berbagai usaha untuk bisa menghidupi Yudha adalah sebuah tantangan yang dia jalanin dengan sabar dan ikhlas. Segala upaya dilakukan untuk bisa mendapatkan uang, dari mulai jualan peyek, pulsa sampai obat-obatan herbal dikantor. Ini yang aku tahu awalnya bahwa ia adalah wanita tegar hidup dengan Yudha yang ditinggal begitu saja oleh suaminya padahal saat itu ia menikah muda, saat masuk duduk dibangku kuliah yang akhirnya tidak bisa lulus kuliah karena accident tsb. Ternyata tidak hanya ini beban yang dipanggulnya, ia menimpa sebuah penyakut yang sampai saat ini masih belum ada obatnya. Ia mengidam kanker payudara dan payudara sebelah kirinya sudah diangkat atau dioperasi. Karena penyakit ini juga ia ditinggal oleh suaminya. Tanpa rasa dendam ataupun marah kepada suaminya yg telah meniggalkannya, bahkan menuntut ke keluarga sang suamipun tidak dilakukan. Mungkin pikirnya adalah memang itu yang terbaik tapi hatiku sangat marah ketika mendengar ceritanya. Seberapa luas kesabaran yang dimilikinya, seberapa besar tenaga yang membuatnya kuat bertahan dengan siganteng yudha. Jika aku enjadi Mba Wulan, mungkin aku akan memnuntut laki-laki untuk bisa menghdupi siganteng yudha atau bhakan menuntut keluarganya (sedikit meminta keadilan ditegakkannya hukum). Tapi kejadian ini membuat aku berpikir untuk selalu bersyukur dengan apa yang aku rasa dan miliki, selain itu aku juga aku ingin bisa menjadi wanita tegar dan kuat sepertinta.
Jika aku menjadi ke 2 wanita itu pasti aku akan lebih bisa hidup tenang dengan laut kesabaran yang luas dan gunung keikhlasan yang tinggi, tanpa ada satupun orang yg merasa tersakiti akan sikap atau sifatku. Kisah ini membuat aku sadar bahwa beban yang aku rasa terberatpun belum seberapa dibanding dengan beban mereka. Jadi aku akan terus berusaha untuk sabar dan ikhlas menjalani segalanya.

source gambar
-na yang berpikir keras untuk lebih banyak belajar-