Sunday, February 13, 2011

Sahabatku = Wanita Jala**ku


Hey kita berkenalan baik bahkan berawal sangat baik
Hey kita berteman baik bahkan bersahabat sangat baik
Hey kita bercerita tentang kebahagian bahkan kesedihan
Hey kita berbagi kisah kebaikan bahkan keburukan sekalipun

Ya kamu yang paling mengetahui tentangku dan tentangnya
Ya kamu yang paling tahu segalanya bahkan lebih dr orang tuaku
Ya kamu yang sangat tahu

Tapi mengapa semua ini tidak cukup untukku?
Tapi mengapa semua ini balasan darimu?
Tapi mengapa? mengapa? mengapa?

Aku sangat rela dan ikhlas ketika kamu menyayangi bahkan dekat dengan lelaki yang pernah menjadi pacarku
Aku sangat rela dan ikhlas ketika kamu berkali-kali menutupi hubungan dengan lelaki itu
Sampai pada akhirnya lelaki itu berkata "Izinkan aku menyayangi sahabatmu?"
Dan saat itupun dengan terpaksa aku menyakiti orang yg aku sayangi karena berkomunikasi dengan lelaki itu menjawab "Sungguh aku tidak peduli, sangat tidak peduli"
Aku hanya bisa berkata padamu tapi tolong jangan dirinya, dirinya yang aku sayangi
Bukan hanya aku tetapi mamahku, adiku juga keluarga besarku
Jangan ambil dirinya dari pelukan kami

Perlukah aku sebutkan banyaknya lelaki yang menjadi korban keegoisanmu?
Perlukah aku ucapakan kegiuranmu terhadap lelaki yang memiliki harta lebih?
Perlukan aku ceritakan semua yg pernah kamu lakukan dengan lelaki-lelakimu?
Perlukah aku bagikan kisah kegagalan mu untuk kedua kalinya dalam pertunangan?
Atau perlukah aku ungkapkan kehamilanmu dan pengguguranmu terhadap bayi yg dikandungmu?

Maaf aku sudah dalam batas ambang melewati kesabaranku yang akhir hingga aku mengungkapkan disini
Maaf aku harus mengungkapkan kekecewaanku disini karena aku memang tidak tahu kemana aku mengungkapkannya lagi
Maaf aku tidak rela dan ikhlas melepasnya untukmu
Karena sahabatku = wanita jala**ku

-na yang siap kehilangan sahabatnya-
@ home, 13 Feb 2011

Wednesday, February 9, 2011

mu-ku-mu-ku

Mataku terpaku ketika melihat coklatnya bola matamu
Jantungku berdetak kencang ketika dekat dirimu
Seluruh bulu ditubuhku merinding ketika kamu menyentuh tubuhku
Kakikupun ikut bergetar ketika kamu memeluk tubuh kecilku

Aku cinta kamu, cinta dengan apa yang ada pada dirimu
Hati ini hanya untukmu, hati yang memang sudah menjadi milikmu
Dirimu yang selalu mencintaiku juga keluargaku
Hanya kamu yang selalu berjuang dan berkorban untukku juga keluargaku

Beban yang ada dipundakmu
Jalan berliku yang ada dihadapanmu
Terjalnya tanjakkan didepanku
Kerasnya batu karang menghalangiku

Aku hanya ingin tidak adalagi mu-ku-mu-ku
Tapi hanya ada aku dan kamu yang menyatu menjadi kita atau kami
Apapun, bagaimanapun, mengapapun dan kapanpun semua itu akan menjadi milik kita
Bukan lagi aku atau kamu, baik kebahagiaan maupun kesedihan


-na yang selalu berharap-
@ home 9 Feb 2011

Friday, February 4, 2011

First Cycling to Mountain (Gn Pancar)

Setelah mencoba gowes di CFD Sudirman, gowes pake seli kerumah dia, gowes ke tmii dan terakhir paling hauh adalah bintaro-BSD, kali ini yang lama-lama ditunggu yaitu naik-naik ke puncak gunung. Sebenernya berkali-kali juga mikir untuk bilang mau saat ajakan dia apalagi sama sekali gak punya teknik gowes nanjak. H-1 pun belum ada keputusan untuk ikut karena dia yang kurang sehat, pulang malem dan kalo tetep mau ikut suruh sama temen-temen RoSela aja tanpa dia. Padahal udah pengen banget tapi jadi hopeless karena alasan-alasan itu, disamping itu juga dia takut akubyang gak kuat karena fisik ku yang kurus dan kecil ini.
Akhirnya jam 05:00 hp berdering telepon dari dia, bangunin sekaligus tanya kepastian jadi mau gowes gak? Tanpa pikir lagi, langsung bilang "yaudah aku siap-siap ya". Sebenernya kesiangan juga c, seharusnya jam setengah 6 udh dititik kumpul tapi baru sampe rumah dia. Akhirnya jam 06:13 tiba di titik kumpul, ruko sebrang Lebak Bulus samping komplek PU bersama 41 orang lainnya. Sekitar jam 08.00 sampai di Belanova Sentul tepatnya di Petronas :
Start di Petronas menuju Gn Pancar dilalui dengan jalan asapal dan tanjakan landai yang cukup mengaggetkan paha juga betis karena memang gak pernah gowes nanjak. Nafaspun ikut tersenggak-senggak apalagi nengok ke belakang dia gak terlihat, jujur cuma takut kalo terjadi apa-apa gak ada dia dibelakang. Botol aqua pun habis sebotol, ternyata semakin sering berhenti menepi istirahat minum semakin terasa haus dan lelah.


Setelah itu lanjut lagi tetep semangat gowes, mikir tanjakan belom dimulai jadi masih panjang perjalanan yang diperkiraan 15km. Mikirnya otak dan hati masih kuat walaupun fisik belum tau tapi tetep pengen rasain gowes sampai titik akhir. Ini titik pertama sebelum tanjakan pembunuh:
Setelah ini benr-benar pembunuhan di mulai, dari mulai mental sampai fisik. Dari titik itu tertulis 1,5 km menuju pemnadian air panas gunung pancar tapi karena tanjakan pembunuh jadi kayaknya 5 km. Tanjakkan pertama masih bisa kuat gowes, tanjakan keduapun masih memaksa tenaga untuk gowes. Setelah itu kaki berasa banget tegang, dari mulai kehabisan tenaga karena gak sarapan sampai bener-bener gak punya tenaga untuk mengayuh pedal. Tapi jujur nanjak itu bikin addict ternyata walaupun sempet TTB di tanjakan tapi jadi penasaran lagi untuk bisa gowes ditanjakan.

Sebenernya yang bikin tetep semangat gowes untuk bisa sampai finish di pintu masuk "Air Panas Gn Pancar" adalah banyaknya peserta yang ikut dan sudah sampai di finish walaupun ada beberapa Srikandi RoSeLa yang naik di mobil evakuasi tapi aku tetep berusaha sampai disana.
by Bang Jali
by Bang Jali
Dan rasanya antara senang dan sedih setelah sampai di Finish, senang karena lega sudah melewati tanjakan pembunuh tapi sedih karena banyak TTB dibanding gowes saat tanjakan. Perjalanan menanjak bisa sampai 2 jam namun pulang tidak sampai satu jam karena cuma turunan dan jalan datar menuju kembali ke Petronas Belanova Sentul.
Over all, aku senang bisa mencoba gowes menanjak bersama RoSeLa. Semoga masih ada kesempatan lagi gowes bareng RoSeLa, baik jalan datar, turun ataupun tanjakkan. Terima kasih atas kebersamaan yang sangat selalu dinanti dan dirindukan.

-@ home, after uphill to pancar mountain 4 Feb 2011-