Wednesday, January 5, 2011

Lost Half His Soul

Pagi itu aku dikejutkan dengan berita duka bahwa salah seorang teman SMA telah meninggal dunia. Walaupun hanya kenal di sebuah organisasi, tidak akrab dan hanya satu tahun bersama tapi sosoknya begitu teringat. Dia yang memang dikenal seluruh guru akibat kenakalannya dan dikenal temannya sebagai sosok yang friendly apalagi kalo temen cwe-cwe pasti mengenalnya dari gantengnya. Pertemanan yang memang cukup singkat tapi tetep masih bisa teringat karena saat kelas XI sikembar harus pindah sekolah. Ini adalah mereka:
Abang kiri dan Ade kanan

Mereka yang memiliki nama lengkap MAHARA RHADYA dan MAHARA RHADITYA akrab dipanggil Abang dan Ade. Sepintas memang wajah mereka sulit dibesakan tapi orang-orang terdekatnya kan lebih tahu perbedaan diantara mereka, sayapun saat itu masih suka salah memanggil mereka. Menurut kabar dari teman, kecelakaan maut itu terjadi 26 Desember 2010 di Lembang Bandung. Abang adalah salah satu anggota komunitas ebuah motor di Bandung. Kecelakaan itu terjadi saat tikungan tajam, abang menyelip, kondisi jalan licin karena habis hujan dan di arah berlawanan ada truk melintas. Abangpun meninggal seketika ditempat kejadian memang terjadi pendarahan di kepalanya.
Mungkin sang jagoan kembar kini tak ada lagi, bahkan Ade pun sangat bersedih ketika kehilangan Abang. Mungkin kalian pernah kehilangan pacar, sahabat bahkan orang tua tapi aku yakin ini lebih berat dari semua itu ya kehilangan satu jiwa nya. Bayangkan mereka yang mayoritas menghabiskan waktu bersama dalam 24 jam dari mulai tidur, kuliah bahkan kerja. Aku yang pernah merasakan kehilangan pacar yang memang saat itu aku sayangipun, sangat sakit, drop dan putus asa. Aku yang pernah kehilangan seorang ayah setelah kehilangan pacar, sangat amat drop dan sangat putus asa. Tapi aku tahu Ade akan sangat amat merasa kehilangan dari apa yang aku rasakan. Karena memang ikatan batin mereka sangat kuat, kebersamaan mereka sangat melekat dan jiwa mereka menyatu. Berikut salah satu bentuk kesedihan sang Ade yang sangat menyentuh hatiku :
Ini tetrbukti bahwa kehilangan apapun akan lebih menyakitkan ketika kehilangan separuh jiwa kita sperti Ade yang kehilangan Abang. Mereka yang telah diciptakan menjadi dua tubuh manusia yang memiliki banyak persamaan hingga memiliki satu jiwa. Dan yang lebih menyentuuh hatiku adalah Abang telah memiliki satu anak \ yang umurnyapun belum setahun bernama Xavier.
Bukan hanya Ade yang merasa kehilangan tapi Xavier dan Mamahnya pun kehilangan. Mungkin memang Xavier belum mengerti arti kehilangan sama seperti  De Aka yang pernah aku ceritakan tapi anak kecil ini masih sangat butuh sosok seorang ayah. Kadang aku berpikir cobaan yang menimpaku selalu berat tapi kejadian-kejadian seperti ini membuatku sadar untuk lebih banyak beryukur lagi karena masih banyak yang lebih berat yang mereka rasakan yang seharusnya belum pantas mereka rasakan. Aku hanya berharap agar Ade bisa tabah kehilangan separuh jiwanya, Xavier dan Mamahnya bisa ikhlas kehilangan sosok pemimpin di keluarga kecilnya.

-na yang tahu rasanya kehilangan-
@ office, 12-01-2011

No comments:

Post a Comment

Sobat berikanlah sepenggal katamu pada postingan sampah ini ^__^