Friday, March 18, 2011

My First b2w

Akhirnya setelah berkali-kali gagal dengan alsan belum punya lampu dan waktu jg load kkerja pacar yg tak menentu tapi kesampaian juga hari ini ke kantor dengan sepeda. I go to office by biycycle = bike to work....
Jumat, 18 Maret 2011 adalah hari bersejarah untuk aku dan cepu. Jalur pagi ini IIP ampera - kemang - taman ayodya - sudirman. Sebuah kebanggaan pertama kali gowes ke kantor tanpa berhenti melipir, berhenti ke ayodya pun (sotoy banget :p) karena tikum sama temen-temen b2w RoSela. Dan dari taman ayodya menuju sudirman berangkat bersama pasukan Sudirman. Special thanks untuk Nte Tammy yg ngawal sampai depan kantor.

Sampai kantor pukul 07:54 langsung taro tas di meja, ganti sendal dan turun ke mushola untuk mandi. Seger banget rasanya pagi ini. Hari ini beda dengan biasanya, menanti sekali waktu untu b2h dengan sesekali liat jam. Orang-orang kantorpun bingung si kecil ini mampu gowes ke kantor.

Jam 17:24 ganti kostum lagi utk b2h. Sebuah kebanggan ketika mampu menggowes di tanjakan basement parkiran, dari lantai B3 loh. Janjian di halte Intial Tower sama si Pacar untuk melanjutkan b2h. Perjalan pulang kali ini sangat minim penerangan karena lampupun boleh minjam dan lampu depan hanya satu punya pacar itupun dipinjamkan ke Cepuku. Semangat sekali mengayuh sepeda dengan awan yang mulai melihatka senjanya dan gelap yang mulai muncul. Namuh sayang perjalan pulang lebih lama dari perjalanan berangkat tadi pagi karena kena macet di sekitar walikota dan kemang. Sekitar jam 19: 13 tiba dirumah pacar. Jalur pulang malam ini Sudirman - blok M - Walikota- Kemang - IIP (Ampera).


Pertanyaan pacar : "Gimana masih penasaran gak? Kapok khan?"
Jawabanku : "Seru, mau lagi, mau lagi"


Ucapan dari temen RoSeLa (Opa Adi) : "Selamat ya na, sudah berhasil B2W perdana... jangan bosen yak :p"
Jawabanku : "Terima kasih OPa, gak akan kapok kok. Seru pa"






-na yg mulai B2w-
@ home

Monday, March 7, 2011

Will you marry me?

Sayang, cinta, waktu, sabar, ikhlas dan pengorbanan lalu apalagi yang ditunggu?
kepercayaankah? keyakinankah? Atau malah kekecawaan? kesakitan?
Hey bukan itu semua yang saya tunggu
Tetapi ucapan dari bibirmu dengan hati yang tulus dari lubuk hati yg terdalam dengan keseriusan mengatakan 
"Will you marry me?"
Bukan dengan seikat bunga mawar yang dirangkai dengan indah
Bukan dengan sebuah surprise yang diuntai dengan keromantisan
Bukan dengan sekotak perhiasan kecil yang diisi dengan cincin
Tetapi aku hanya ingin kamu mengatakan itu semua, cukup dengan mengatakannya saat kita mengayuh sepeda di tanjakkan
Menurutku hal ini yang paling romantis, menanjak dengan segala kekuatan dan semangat untuk bisa mengatakannya
Aku pasti akan tiba dipuncak tanjakkan dengan tetap kuat berdiri dan bernafas untuk mengucap
"I will marry you"
Entah apa yang ada dibenak para wanita dalam membayangkan untaian kata dari lelakinya
Tapi menurutku inilah yang paling romantis karena semangat mengayuh sepeda saat tanjakkan bisa membuat keringatmu mengucur dan terlihat begitu semangatnya dirimu untuk mencapai pucak tanjakkan seperti bayanganku semangatnya dirimu mencapai tujuan hidupmu
Ini hanya menurutku, hanya iniginku dan harapanku




@ office, 07 Maret 2011
-na yang menunggumu-