Tuesday, July 26, 2011

Miss JHHP

Sudah masuk minggu ke 4 ditempat kerja yang baru setelah satu bulan yang lalu resign dan satu bulan menjadi pengagguran. Niat menganggur karena niat menyelesaikan skripsi biar cepet lulus jadi cepet married tapi ternyata skripsi itu mahal dan tak tega jika harus meminta dana dari mamah. Selain itu juga berpikir sebuah pernikahan itu sangat membutuhkan dana walaupun hanya sebuah akad nikah dan tidak mungkin hanya membebani pada sang calon suami jadi tergerak kembali untuk menerima panggilan- panggilan. 
Ini adalah sebuah tahap kedua setelah status pekerjaan di perusahaan lama yang tidak jelas selama 10 bulan namun disini jelas sebagai karyawan walaupun hanya kontrak per enam bulan tapi benefit yang didapat tidak berbeda dengan karyawan tetap sperti asuransi kesehatan mapun over time. Akhirnya punya kartu jamsostek, npwp dan kartu asuransi kesehatan LIPPO di umur saya yang 22 tahun dan masih dalam proses penyelesaian kuliah. Ternyata kepuasan tidak sampai disini, keinginan mendapatkan gaji diatas rata-rata, kenaikan karir yang cepat seperti karyawan tetap dan jabatan. Aku memang bangga dengan apa yang aku miliki sampai hari ini, kuliah 4 tahun beasiswa dan 1 tahun terakhir aku bisa menghidupi diriku sendiri bahkan membantu mamah membayar keperluan si bungsu tapi bukan bermaksud sombong. Ini adalah sebuah pencapaian dari sebuah tujuan yang pernah ada seperti kuliah sambil kerja merupakan janji dengan pacar beberapa tahun yang lalu dan akhirnya aku bisa buktikan. Semoga semua tujuan yang berupa janji bisa terwujudkan dengan lancar dan mudah. Keinginan akibat dari ketidakpuasan selalu muncul yang lebih, lebih dan lebih tapi sejenak hati dan otak berpikir untuk bersyukur terlebih dahulu dari segala yang telah tercapai sampai saat ini.
Entah kenapa malam ini melihat salah satu activity teman kantor lama di news fb membuat aku mengingat masa-masa disana. Penyesalan datang belakangan? Bukan, bukan itu yang terjadi. Aku hanya kangen situasi yang ada disana, berada di antara ibu- ibu yang beraneka ragam, fasilitas yang disediakan dari mulai kafe, dapur sampai klinik dan orang- orang yang selalu santai dan dibebaskan dalam bekerja selama mampu mengatur job desc masing- masing. 
Disana, aku bisa memasak mie goeng untuk sarapan, aku hanya tinggal menekan tombol pilihan jenis kopi atau susu, mengacak-acak kulkas dan tidur di klinik
Disini, aku tidak bisa masak mie goreng untuk sarapan, aku harus membuat dan meracik sendiri kopi atau susu, tidak ada kulkas yang bisa diacak- acak dan tidak ada klinik
Disana, aku bisa membuka semua jerjaring sosial tanpa di block bahkan game online, aku bergosip dengan ibu- ibu yang sebagian besar sudah berumur bahkan ada yang sudah janda, aku bisa bercerita dengan babe yg merupakan seorang ob, aku bisa berkomunikasi dengan orang- orang lapangan
Disini, aku hanya bisa membuka email bahkan cuma email kantor, aku tidak bisa bergosip karena memang sekelilingku lebih banyak pria lajang, aku tidak menemukan babe ataupun ob, aku tidak berkomunikasi dengan orang-orang lapangan
Disana, aku bisa sangat mudah mencari dan mendapat makan bahkan cemilan, aku bisa datang dan pulang jam berpapun asal sudah 8 jam kerja, aku bisa izin ke kampus, aku bisa dengan mudah menemukan mesin fotocopy
Disini, aku harus menggunakan kendaraan untuk bisa menemukan makanan, aku harus datang jam 08.30 dan pulang 17.30, aku tidak bisa izin ke kampus, aku harus naik turun untuk menemukan mesin fotocopy
Disana, aku bisa berangkat dan pulang bareng pacar bahkan terkadang makan siang bareng pacar
Disini, aku baru sekali diantar dan belum pernah pulang bareng pacar bahkan tidak pernah dan tidak bisa makan siang bareng pacar
Ini bukan sebuah penyesalan hanya sebuah perbandingan karena jika sebuah penyesalan pasti aku terima panggilan untuk kembali bekerja disana dan  merasakan kembali semuanya disana. Aku hanya ingin berkata :
I miss JHHP

-na yang menyelipkan tulisan saat otak berhenti mengolah analisis data skripsi- 
@home, 26 Juli 2011 , 09: 12