Monday, August 29, 2011

Janji Bunda

Perbedaan memang seharusnya menyatukan
Karena memang setiap manusia diciptakan berbeda
Jikalau banyak persamaan apakah ada saling mengisi?

Pengertian memang wajib ada dalam sebuah hubungan
Karena dengan pengertian akan memahami perbedaan
Jikalau hanya pengertian apakah ada kerelaan?

Apapun itu perbedaan pikiran, maksud dan tujuan
Apapun itu pengertian dalam pikiran, maksud dan tujuan
Tapi ini janjiku jikalau aku kelak menjadi seorang Bunda



Bunda berjanji akan menjadi bunda yg selalu berusaha baik untuk anak-anakku apalagi untuk ayah anak-anakku
Bunda berjanji akan menjadi kakak, teman ataupun sahabat untuk anak-anakku apalagi untuk ayah anak-anakku
Bunda berjanji akan berusaha selalu memberi contoh yang baik untuk anak-anakku
Bunda berjanji akan berusaha menyediakan waktu setiap hari untuk anak-anakku walau hanya beberapa jam apalagi di hari libur
Bunda berjanji akan berusaha menyiapkan sarapan bahkan makan untuk 3x makan sehari untuk keluarga kecilku
Bunda berjanji akan berusaha menemani  belajar anak-anakku walaupun lelah karena aktifitasku
Bunda berjanji akan berusaha selalu untuk memenuhi kebutuhan anak-anakku sekalipun ayah anak-anakku terlebih berusaha
Bunda berjanji akan berusaha, berusaha dan berusaha
Karena Bunda pengen jadi Bunda yang asyik, keren dan is the best


-ini janji bunda nana-
@home 08:57, 29 Agustus 2011

Monday, August 22, 2011

Bersyukurlah

Sabtu, 20 Agustus 2011 tepat hari puasa ke 20 bulan Ramadhan tahun ini. Sebuah komunitas yang awalnya b2w-rosela menjadi rombongan selatan namun tetap disebut RoSela mengadakan acara baksos ke sebuah Panti Tuna Ganda. Awalnya ketertarikan muncul saat sebuah posting hasil survey sang koordinator acara  di web RoSela dengan judul Kegiatan Baksos RoSeLa 2011. Sebuah niat dalam hati saat pertama kali melihat foto-foto disposting itu adalah "Saya harus bisa menyediakan waktu di acara ini dan sebisa mungkin menyisihkan sedikit hasil keringat saya untuk mereka".
Akhirnya hari itupun tiba walaupun terjadi sebuah ketidaknyamanan yang amat sangat tidak nyaman pada sebelum keberangkatan tapi aku bahagia masih bisa ikut dalam acara ini. Tepat pukul 15:00 tikum di PU Lebak Bulus bersama kawan-kawan yang lain dan kemudian berangkat konvoi 6 mobil beserta kotak nasi, baju layak pakai dan semua kebutuhan untuk mereka disana seperti susu, pampers dll.
Sekitar pukul 16:05 tiba di Panti Sosial "Wisma Tuna Ganda" Palsigunung yang letaknya di Cimanggis Depok tepat sebrang Universitas Jayabaya. Sebelum memulai acara, kami salat ashar berjamaah, ini sebuah momen yang aku sangat banggakan di komunitas ini. Ya sebuah kebersamaan diantara kami walaupun terkadang ada perbedaan pendapat dan watak. 
Setelah itu saya dan yang lain membantu menurunkan semua barang bawaan kami untuk mereka yang ada di panti.
Beberapa teman membantu menyiapkan minum dan makan untuk buka puasa 

Setelah semua telah berkumpul dan persiapan sudah selesai, acara dibuka oleh Ibu Panti. Subbahanallah aku meneteskan air mata ketika ibu panti menceritakan asal mereka yg dirawat di Panti ini, 80% adalah orang tua mereka sendiri yang menitipkan anaknya disana dan setelah itu tak muncul lagi batang hidungnya. Perlu diketahui 30 orang yg dirawat disana, 90% tidak bisa berjalan dan tidak bisa bicara. Bayangkan mengapa begitu tega sekali hati orang tua itu membiarkan anaknya disana. Dua orang yang pertama saya lihat dipanti adalah Iwan dan Lena. 
Mereka disebut sudah Mandiri karena sudah bisa berjalan dan melakukan aktifitas sendiri. Iwan walaupun jalan dengan kaki yg tidak sempurna, tidak bisa berbicara, tangan yg tidak sempurna tapi dia bisa mencuci bajunya sendiri hingga menjemurnya. Pihak panti tidak peduli hasil cuciannya bersih atau tidak tapi ini adalah sebuah tindak mengharagi usahanya. Terpikirkan aku yg memiliki tangan, kaki dan otak cukup sempurna bajupun masih sering dicucikan mamah. Lena yang bahkan sudah diangkat menjadi pegawai di Panti karena dengan keterbatasannya mampu mengepel Panti dengan bersih dan selain itu kebanyakan pasien disana sangat nurut dengan Lena. Mereka membuat saya membuka mata lebar-lebar untuk bisa lebih melihat ketidakberuntungan mereka namun usaha mereka sangat maksimal.
Setelah itu rasa penasaran muncul untuk melihat yg lain yg dirawat dipanti ini khususnya Tifanni yg dirawat dari umur 10 bln setelah operasi hydrosefalus pertamanya yg dibiayai MetroTv. Awalnya Ibu Panti menolak merawatnya karena merawat anak pasca operasi tidak mudah dan perlu keahlian khusus, namun Ibu Panti tergerak setelah sang Profesor yg  melakukan operasi padanya berkata "Tolong Bu rawat anak ini, umurnya paling hanya bertahan 2tahun saja". Niat baik sang Ibu yg akhirnya merawat Tifani hingga sekarang, dengan keajaiban Tuhan umurnya sudah 9 tahun.
Aku tidak bisa lagi menahan air mata yg begitu deras turun ke pipi ketika melihat Si Cantik Tifani yg hanya bisa terkapar dalam tempat tidurnya, tidak bisa duduk apalagi berjalan, tidak bisa berbicara apalagi menyanyi, tapi dia bisa memahami apa yg kita utarakan. Saat aku menyentuh tangannyapun bisa sedikit tersenyum dengan mata yg berair. Sejenak saat aku menangispun tersadarkan, mengapa aku selalu mengeluh dengan kesempurnaan yg aku  miliki, mengapa aku masih tidak puas dengan rezeki yg aku dapatkan, dan akhirnya mengetuk pintu hati untuk bersyukur.
Aku berkeliling melihat seluruh yg ada disana tanpa berhenti air mata menetes, cuma aku berusaha untuk tetap tegar agar mereka melihat kebahagiaan kami depan mereka bukan kesedihan. Mereka disana juga ada kegiatan belajar, bermain dan fisiotherphy. Satu hal yg perlu diketahui, theraphy disana tidaklah gampang karena alat-alatnya pun sederhana sebuah bangju yg dimodifikasi dengan besi untuk mereka bisa duduk tegak, sebuah alat yg beridri untuk menahan mereka bisa berdiri, alat kaki untuk membuat kaki mereka lurus dan semua ini sangat menyakitkan saat digunakan oleh mereka.

Ya Allah berikanlah hati para dermawan untuk bisa selalu menyisihkan sedikit hartanya untuk biaya perawatan mereka. Ya Allah berikanlah mereka sebuah harapan indah walaupun hanya sedikit. Ya Allah terima kasih atas kesempurnaanMu menciptakan saya dan keluarga saya. Ya Allah berikanlah petunjuk kepada orang tua mereka agar bisa tersadarkan untuk merawat sendiri anak-anak mereka.

 
-Na yg akan mulai berhenti mengeluh, mulailah bersyukur-
@home 22 Aug 2011, 22:40