Saturday, September 17, 2011

17/30 - Malam Minggu terOK

Hari ini seperti weekend biasanya, dihabiskan bersama sang pacar karena memang weekdays jarang ketemu bahkan tak bertemu. Pagi aku sudah membuat sarapan spaghetti ala nana yang pasti rasanya tiada duanya. Setelah sarapan matang lalu minta si bungsu untuk anter ke rumah pacar karena bee mau dia pake untuk test LIA. Seharian berkangen-kangenan sama pacar, nemenin pacar ngerjain tugas kantor dan bermain sama ponakan cantik 'kalica'. Kebersamaan membuat waktu begitu cepat berputar, sorepun tiba dan kita bingung mau pulang kerumahku naik apa. Si pacar males naik jelitheng karena fullstep boncengan yang sebelah kanan entah kemana, diajak naik taxi pun aku menolak dan akhirnya kita naik umum. Karena perut dah tidak bisa berkompromi akhirnya kita cari makan dulu di sekitar cilandak naik angkot 36, akhirnya makan ayam penyet sambal ijo dan gurame goreng yang sambelnya bener-bener sambel membuat kita sakit perut. Satu hal yang membedakan dia dari yang lain, selalu gak lupa beliin makan untuk orang rumah akhirnya beli gurame bakar, sop buah, juice alpukat, pisang keju dan cakwe. Dari cilandak kita naik angkot 20 sampai lamer cilandak, dari lamer kita naik 509 sampai pasar rebo lalu naik angkot 06.

509
Ini juga angkutan yang biasa saya gunakan jikalau ke kantor naik kendaraan umum. Bus mini sepertu kopaja, yang doyan ngetem plus kebut-kebutan kalo ada bus yang sama. Kali ini hal yang paling lucu adalah ketika sang kenek berusaha menarik perhatian penmpang untuk naik bus ini dengan berkata "ayo bu... pak.... naik mobil ini aman". Kita dalam bus yang alhamdulillah masih dapet duduk hanya senyum mendengar sang kenek. Satu bus yang sama datang tapi tak alama jalan lagi sedangkan bus ini tetap saja mengetem. Hampir setengah jam lebih 509 ini ngetem di lamer cilandak. Ada hal yang lebih lucu lagi adalah ketika mau jalan bus ini malah mati dan mogok. Padahal sang kenek tadi berkata mobil ini aman, kita pun tertawa.
06
Sampai di pasar rebo kita naik 06, karena kita kira ini mobil yang paling cepat akan jalan. Tapi nyatanya si sopir memang tidak memuaskan. Angkot maju sekitar 5 meter namun makin banyak yang ngetem sang sopir kesal karena memang ankot ini tidak terlalu punuh hanya ber 6 termasuk kita. Akhirnya mundurlah angkot ini namun malah bertengkar dengan sopir  lain yang bernomor sama yang sedang ngetem juga. Memang diakui mobil bernomor ini sudah terlalu banyak sehingga banyak mobil tak berepenumpang. Sang sopir angkot ini malah makin emosi dengan sengaja memberhentikan angkotnya disamping angkot temannya dengan menutupi setengah jalan sambil berkata "biarin deh rame, rame sekalian. Ditangkep ya ditangkep rame-rame". Penumpang pun mungkin tidak nyaman dengan perkataan sang sopir yang makin lama makin nyolot. Satu persatu penumpang turun sampai akhirnya tinggal 3 penumpang termasuk kita. Aku yakin kalo kita turun penmpang satu itupun turun tapi aku masih sabar karena kasihan dengan sang sopir. Makin lama sang sopir malah makinmundur ke lamer pasar rebo, ke titik awal kita naik angkot dan ngetem sangat lama. Biasanya sampe rumah hanya 30 menit dari pasar rebo, malam ini ngetemnya aja bisa lebih dari 30 menit. Andai aja sang sopir bisa lebih bersabar dapet penumpang di pemberhentian jalan lain dan ikhlas berapapun isi penumpangnya, bukankah lebih akan menjadi rezeki. Tidak dengan kekerasan ataupun perkataan-perkataan yang kotor, mungkin lebih banyak lagi rezekinya. Dalam hati berucap, ya Allah berikanlah petunjuk agar dirinya bisa sabar dan ikhlas.

Setelah turun dari angkot si pacar cuma bilang "kayaknya apes banget kita malam minggu ini, dari mulai 509 dampai 06". Dan aku cuma tertawa sambil jawab "emosi, seru tapi lucu". Setelah itu kita malah maik ketawa membahas ulang cerita 509 dan 06 itu.



-na yang senang bersamamu dalam keadaan apapun-
@ home 170908, 23:05

No comments:

Post a Comment

Sobat berikanlah sepenggal katamu pada postingan sampah ini ^__^