Sunday, September 18, 2011

18/30 - Andai Aku Bisa

Hari ini adalah tanggal kelahiran alm apih, biasanya kita mengadakan tahlillan untuknya tapi kali ini belum ada rezeki. Aku belum mampu mengadakannya, insya Allah tahun depan aku bisa. Aku akan sedikit ceritakan sang alm Apih.
18 September 1960
Beliau lahir di Palembang, sebagai anak sulung. Profesi sang kakek yang membuat kota kelahiran setiap anaknya bervariasi, kakek adalah seorang TNI. Sudah selayaknya kakek dinas dari daerah ke daerah jadi itu yang membuat anaknya bisa terlahir di daerah yang berbeda-beda ataupun sang anak lahir tetapi kakek lagi dinas keluar kota. Sebagai anak seorang TNI, didikannyapun cukup otoriter. Masa kecilnya sempat dihabiskan di Bandung namun tak lama. Beliau punya adik laki-laki yang hanya berbeda beberapa usia namun saat umur sang adik 5 tahun terjangkit penyakit yang membuatnya meninggal. Seharusnya beliau memiliki 5 adik perempuan dan 2 adik laki-laki tapi berkurang satu adik laki-laki.  Sungguh beruntungnya memiliki ayah seperti beliau karena sebagai anak sulung, beliau menjadi panitan adik-adiknya dan memang pantas menjadi panutan. Sebagai seorang anak laki-laki sulung, dia selalu memberikan contoh yang baik untuk adik-adiknya sperti menuruti orang tua, sekolah yang pandai sampai selalu melindungi adik-adiknya. Beliau memang hidup selalu dalam kehidupan yang selalu ada ya karena sang kakek yang cukup memiliki pangkat. Masa remajanya dihabiskan di Bogor dengan keadaan yang lebih dari teman-temanya, memiliki kendaraan pribadi untuk sekolah pada zaman itu. Menurut cerita kakek, dahulu beliau senang naik motor sampai-sampai 2 motor cross habis karena hancur kecelakaan yang akhirnya digantikan dengan mobil. Semua anaknya hampir dibelikan kendaraan masing-masing oleh kakek, bukankah ini lebih dari cukup. Seperti hal layaknya anak muda, malam minggu pulang larut malam bahkan tidak pulang karena menghabiskan waktu bersama teman-temanya. Beliau lulusan SMAN 1 Bogor, kelima adiknyapun lulusan sekolah yang sama hanya 2 adiknya yang berbeda. Ketika mengambil jenjang kuliah, beliau kuliah di UPN Jakarta, inilah waktu bertemu mamahku. Di akhir kelulusan munculnya cerita sang laki-laki yang hidup dari keluarga yang sangat berada bertemu dengan sang wanita yang hanya cukup berada. Next time akan ada cerita tentang mereka..... Kembali pada beliau, kejujuran adalah sebuah prinsip dalam hidupnya sama hal nya dnegan prinsip berbagi. Dalam hidupnya saya yakin hanya segelintir orang yang tidak menyukainya karena memang beliau tidak pernah jahat pada siapapun. Sedikit keras kepala mungkin karena memang anak pertam dan sedikit tempramen mungkin memang karena seorang laki-laki. Tapi yang jelas dia seorang apih yang baik dan sangat membanggakan. Kelak aku akan mambuatmu bangga dan membuat tersenyum di Surga.


-na yang belum bisa-
@home 18092011, 20:05

No comments:

Post a Comment

Sobat berikanlah sepenggal katamu pada postingan sampah ini ^__^