Saturday, March 31, 2012

02 #ApriltoMay - Our Rings

Mencari cin-cin kalo dipikir sulit mau jenisnya, modelnya ataupun cocoknya. Tapi hari ini ketika ke toko perhiasan, kurang dari 10 menit kita menentukan pilihan kita. Buatku bukan dari berapa beratnya, jenisnya ataupun harganya tetapi seberapa berani mengambil tindakan untuk membeli cin-cin itu sebagai pengikat komitmen.
Kita pilih sepasang cin-cin simple ini dengan ukiran nama menyilang di bagian dalamnya. Semoga saja tidak ada alasan untuk tidak mengenakan cin-cin ini.

-Na posting 02 #ApriltoMay-
@home 310312, 15:13

Wednesday, March 28, 2012

01 #ApriltoMay - New Plan

21 Maret 2012
Seketika terkejut dia BBM bulan april mau lamaran dan bulan mei menikah. Dia berencana menikah di tanggal ulang tahunku 19 Mei dan lamaran awal akhir april. Dan aku menyarankan tanggal lamaran 7 April 2012 karena libur panjang.

24 Maret 2012
Akhirnya dia memberanikan diri berbicara ke mamah dengan penuh keberanian dan keyakinan. Mamahpun bersedia acara lamaran tanggal 7 April 2012. Sedikit bingung ketika menentukan tanggal pernikahan. Aku kurang setuju di tanggal itu karena tanggal tua dan akhirnya malah dimajukan jadi tanggal 5 May. Namun tetap menunggu keputusan sampai tanggal & april nanti.

28 Maret 2012
Setelah berhari-hari menghitung forecas biaya ntuk hari H ternyata biaya sama besarnya jika dilaksanakan dirumah ataupun gedung. Setiap malam pulang kerja pasti ngitung-ngitung sm mamah, dikantorpun kerjaanya bikin budget planning. Kemungkinan besar aku memutuskan untuk di gedung

-Na yg posting 01 #ApriltoMay-
@ home 280312, 22:34

Monday, March 5, 2012

Get Well Soonest

Sebuah kejadian yang membuat sangat khawatir setelah menerima telepon tadi sore dikantor:
Mamah (M): Na dmn? Masih dikantor? 
Saya (N): iya masih dikantor mah, kenapa mah?
M: Udah mau plg blm?
N: Belom mah, jam setengah 6 dari kantor. Kenapa mah?
M: Gak,  nanti jemput mamah di mbah uti ya. Tadi mamah jatoh naik motor diboncengin om asep terus kelindes kakinya.
N: Terus gpp mah? Sekarang gimana? (jantung berdetak gak beraturan)
M: Makanya langsung ke mba biar dipijit. Takutnya bengkak kalo diiinepin.
N: Oh yaudah, yaudah nanti nana jemput
M: Ati ati ya na
Setelah menutup telepon tersebut, menyelesaikan laporan  internal auditpun tidak konsen tapi harus cepat selesai biar bisa pulang tenggo. Jam 18:10 sampai di rumah mbah uti di Cijantung, disambut dengan adik adik. Sedih melihat mamah yg berbaring di bangku dengan kain tanpa celana, namun dia berusaha menunjukkan semua baik baik saja. Dia bercerita sambil memperagakan masih bisa jalan bahkan setelah jatuh dan terlindas kaki kananya masih bisa bangun sendiri dengan sambil bercanda menceritakannya. Aku sangat tahu sebenarnya beliau menahan rasa sakit, namun tidak ingin membuat kami khawatir. Beliau juga cerita betapa paniknya sang calon mantu yang mengirimkan sms dan memaksa untuk kedokter malam ini.


Kronologis:
Motor berjalan dengan kecepatan 20 km/jam lalu dari arah kiri ada mobil berjalan dan menyenggol motor, jatuh ke kanan dengan menyeret 5 meter lalu om terjepit motor dan mamah jatoh ke kanan lalu kaki kanan terlindas motor yang melintas dari belakang. Satu hal yang memang menjadi alasan kenapa tidak minta pertanggung jawaban sang sopir mobil, karena mata kiri om sudah agak rabun akibat glukosa. Namun entah mengapa motor yang melindas kaki kanan mamah tetap jalan kencang tanpa berhenti padahal menurut cerita mamah, motor yang tepat dibelakangnya saja ngerem dan membantu mamah juga om menepi. 
Lokasi:
Bypass dari arah RS.Pertamina menuju Cawang UKI
Korban:
Om luka luka di kaki, siku tangan dan agak keseleo tangan kanannya
Mamah kaki kiri bengkak pas tulang kering (celananyapun robek), kaki kanan berasa keram kebal dan luka-luka di tangan juga punggung kaki.
Namanya juga musibah, mungkin teguran untuk bisa lebih hai-hati dijalan atau mungkin teguran agar si om tidak boleh mengendarai motor lagi jauh-jauh.

Cepat sembuh ya mah, biar bisa beraktivitas kembali. Aku siap melayanimu :*










-na yang sedih melihat mamah-
@home 5 Maret 2012, 21:25