Friday, April 20, 2012

04 #Apriltomay - Decision

Waktu yang sangat mepet membuat aku dan calon suamiku memilihi segalanya dengan cepat. Berikut beberapa hal yang kita persiapkan dengan waktu yang sangat singkat:

  1. Wedding Organizer, ini yang sangat membantu dalam setiap paln menikah. Aku dan suami sangat buta mengenai WO. Ada salah seorang sahabat kuliah sedang merintis bisnis WO, ini tanda sebuah kebesaran Allah yang memberikan jalan bagi kami yang memiliki niat baik untuk menikah. Well, kita tetap membandingkan harga dengan WO lain maupun jika kita ngurus sendiri semuanya. Hasil dari perbandingan WO Uskita yg merupakan sahabat dengan WO lain ternyata masih bersahabat WO Uskita, jika sama dengan mengurus sendiri sekitar 10 jtan. Namun kita berpikir, terlalu repot dengan waktu yang mepet mengurus sendiri dan aku baru saja pindah kerja. Selain itu pasti capek banget kalo urus sendiri dibandingkan dengan WO yang instan. Akhirnya kita memilih WO Uskita.
  2. Tempat Acara, awalnya niat aku menikah hanya ingin menjalani sunah yang sesungguhnya untuk ijab qabul, sehingga niatnya dirumah hanya akad nikah. Namun setelah memikirkan parkir di area rumahku, tamu undangan calon suamiku, calon mertuaku, lalu aku cucu pertama dari keluarga alamarhum apih yang menikah dan keinginan almarhumah calon mertuaku beberapa waktu sebelum beliau pergi yaitu merayakan di gedung dekat rumah calon suamiku. Dengan alasan ini akhirnya kitta memutuskan untuk Resepsi dilaksanakan di Gedung H. Zamhir Islamie IPDN Ampera Raya. Kebetulan hanya bisa digunakan malam, ya sesuai dengan keinginanku acaranya malam. Awalnyapun kita ingin akad nikah dirumahku namun memikirkan budget jadi kita memutuskann untuk Akad Nikah dilakukan di Masjid dekat gedung bada' Ashar. 
  3. Undangan, sesuatu yang pernah terpikir untuk bisa mencetak undangan berisi foto kita yang keren. Namun sang calon suami tidak menyetujui karena pasti dibuang, terinjak dan jadi sampah. Setelah dipikir-pikir benar juga menurutmya. Aku pergi sendiri untuk memesan undangan yang kita setujui warna cokalt  emas dengan ukuran kecil. Referensi buat undangan di Ps. Tebet dan Cililitan, aku memilih ke Ps. Tebet yang memang pusat percetakan termurah. Tanpa berputar lama disana aku memutuskan di sebuah toko dengan membayar tanda jadi karena undangan harus sudah disebar 2 minggu sebelum acara.
  4. Tema Acara dan Menu, sesuai dengan undangan yang sudah kita putuskan warnanya kita memilih tema warna emas coklat. Entah mengapa aku sengan perpaduan warna tersebut dan calon suamiku pun setuju. Untuk menu aku serahkan ke mamahku karena beliau lebih paham soal ini. Namun paket yang kita pilih hanya dapat 5 pondokan, jadi aku nambah 2 pondokan di catering yang sama dan 2 pondokan kita cari sendiri.
  5. Sourvenir, referensi buat tempat cari sourvenir adalah di Ps. Jatinegara, Asemka dan Jogyakarta. Sudah cek harga di semua tempat hampir sama, cuma karena ada tante di Jogyakarta yang bersedia menyumbang jadi akhirnya dipesan disana yaitu tempat tisue.
  6. Pre-wedding, pokoknya maunya calon suamiku naik sepeda dan motornya. Untuk tempat kita pilih sepeda di tengah kota malam dan motor pagi-pagi di pepohonan. Oh iya kita dapet video pre-wedding gratis dan semua pre-wedding juga gratis loh.
  7. Perintilan-perintilan, ini biaa yang banyak tak terduga seperti seragam untuk keluarga, sourvenir pengajian, kendaran operasional menuju ketempat acara, perias keluarga, guest house, snack akad nikah dan uang keamanan kebersihan liar.
Mengurus semuanya membuat kita banyak belajar untuk bisa lebih bijak mengambil dalam mengambil keputusan, dan akupun sangat menikmatinya walaupun dalam perselisihan pendapat.

-na yang tinggal selangkah-
@ home 22:47, 200412

No comments:

Post a Comment

Sobat berikanlah sepenggal katamu pada postingan sampah ini ^__^